Dan disinilah Akila sekarang, berhadapan dengan sang Tante yang beberapa minggu lalu memiliki masalah dengannya. Mereka duduk berhadapan di toko roti milik orangtua Akila, dengan diawasi oleh kedua orangtuanya. mengumpulkan keberanian, Akila merasakan sakit hati jika mengingat sang Tante adalah wanita idaman suaminya di masa lalu, yang bahkan jauh di atasnya. Namun sebisa mungkin, Akila mengendalikan perasaannya, memasang wajah yang tenang. “Tante mau ngomong apa?” tanya Akila memulai percakapan, dia sendiri melihat bagaimana sang Tante yang terlihat gugup dan juga khawatur. “Tante gak tenang, Tante tau itu semua salah. Tante minta maaf ya.” Akila terdiam, dia jelas melihat rasa bersalah di matanya. “Aku udah maafin tante kok. Tante hidup yang tenang kenapa? udah tau kan kalau aku sama

