Dua hari berlalu. Operasi Zein berhasil, tapi pria itu belum sadarkan diri. Zen juga koma, tapi para dokter tidak tahu apa penyebabnya. Semua kondisi tubuh pria itu normal, tapi dia masih tidak bangun. Keisha menunggui kedua pria di brankar yang berdekatan itu setiap hari. Dia akan menyeka badan mereka atau sekadar menggenggam tangan mereka untuk menekan perasaan kesepiannya. Kali ini dia duduk di tepi brankar Zen, dan mengusap-usap pipi pria itu. “Apa yang membuatmu masih belum bangun, Yang Mulia?” Jika Zen bisa menjawab, jawabannya mungkin: “Aku mengingat masa laluku.” Zen memang mengingat kehidupan masa lalunya selama koma itu. *** Kehidupan masa lalu Zen penuh intrik. Diawali dari kelahirannya yang sulit. Ibunya seorang selir yang diungsikan ke istana dingin karena tuduhan pals