Di sebuah kafe yang lumayan mewah, Abimana menunggu rekan kerjanya. Dia duduk termangu di dalam kafe itu sambil memandangi salju yang berjatuhan. Di negaranya sekarang sedang musim dingin. Dia juga berpakaian berlapis dan cukup tebal. Pengunjung di kafe itu terlihat ramai sejak pertama kali dia datang. Mereka sepakat untuk bertemu di kafe dengan nama "Golden Cafe" itu untuk alasan jarak. Letak kafe itu berada di tengah-tengah antara tempat tinggalnya dan seseorang yang akan dia temui. Sebenarnya saran Vivi untuk meminta bantuan pada Jun tidaklah salah. Hanya saja, Abimana merasa selama ini sudah terlalu banyak membebankan masalah pada putra sulungnya itu. Jun pantas hidup bahagia dan menikmati masa lajangnya dengan nyaman. Dia baru akan menghubungi putranya itu kalau tidak ada lagi jal