#Penulispov Riana masih belum bisa tidur. Dia teringat ekspresi Jimi sore tadi. Lelaki itu berusaha tegar walau dengan mata berkaca-kaca. Gadis itu sadar kalau sekarang pasti Jimi sedang berusaha mengobati hatinya yang hancur. Dia tidak pernah menyangka kalau lelaki imut dan suka menggoda itu akan jatuh hati padanya. Semua seperti mimpi yang terjadi begitu saja. Nada pesan di ponsel gadis berambut lurus itu berbunyi. Siapa lagi kalau bukan Jun pengirimnya. Dia tersenyum saat melihat nama pria itu terpampang di layar ponselnya. "Kamu sudah tidur? Aku tidak bisa tidur. Sekarang aku sedang ada di taman belakang. Kalau kamu belum mengantuk, temui aku sebentar." Riana yang memang belum tidur segera bangkit dari posisinya semula. Dia sengaja tidak membalas pesan dari Jun untuk memberikan