BERTAHAN, VINO

1421 Kata

Air mata Jun berjatuhan saat dia berdiri mematung di depan ruang ICU. Dia bisa melihat dari kaca monitor yang ada di pintu bagaimana dokter dan beberapa perawat sibuk menangani adiknya. Banyak alat menempel di tubuh pria dua puluh satu tahun itu. Jun tidak bisa melihat wajah Vino dengan jelas, tetapi dia bisa memastikan kalau Vino dalam keadaan yang sangat mengkhawatirkan. Seketika Jun merasa egois. Dia tidak pernah memikirkan bagaimana perasaan Vino. Dia hanya memikirkan kebahagiaannya sendiri sampai mengorbankan adiknya sendiri. Jun menyalahkan dirinya. Dia gagal menjadi kakak yang baik. Dia mengusap kasar hidungnya yang berair. Tidak peduli dengan hidung mancungnya yang kini memerah. Air mata putra sulung keluarga Sanjaya itu seakan tak terbendung lagi. Dia tidak bisa tenang melihat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN