Dua hari berlalu, belum ada perubahan yang berarti dari Vino. Lelaki itu sudah dipindahkan dari ruang ICU ke ruang rawat VIP. Di bangku khusus keluarga pasien ada Vivi, Abimana, dan Bagus. Jun ada di dalam ruangan. Yang lain kembali ke Jakarta. Mengingat Jaka, Riana, dan Jimi, harus kuliah. Jun memegangi tangan Vino dengan kedua tangan. Menyelipkan tangan adik lelakinya itu di antara kedua belah tangannya. Mata Jun seakan tidak mau lepas dari wajah sepucat mayat milik Vino. Berharap ada pergerakan, atau sekedar tanda-tanda kalau pria dua puluh satu tahun itu kembali sadar. Kondisi Vino sudah dinyatakan melewati masa kritisnya sejak satu hari yang lalu, tetapi sampai detik ini belum ada pergerakan yang menandakan dia akan segera membuka mata. Mata Jun terlihat bengkak, sepertinya dia me