“… Berikan kalung itu kepadaku, maka akan kuberikan kau kebebasan.” Zhi hanya tersenyum kecil, lalu mengalihkan pandangan dari Raina. Sekalipun ucapan gadis itu benar, tapi siapa yang mau mengambil resiko memercayai orang yang telah menyakitinya? Raina terkikik pelan. “Kau ternyata keras kepala juga, ya?” Dia bangkit, kemudian menepuk-nepuk jubah laboratoriumnya yang seolah berdebu. “Baiklah, kalau begitu. Aku hanya punya satu cara tersisa untuk memuaskan rasa ingin tahuku.” Zhi terbeliak saat Raina mengeluarkan belati dari kantong jubah. Tanpa peringatan, wanita itu menusuk lehernya. “Membunuhmu,” bisik Raina kemudian menyayat leher Zhi dengan tatapan liar dan seringai mengerikan. “Sudah kukatakan, kan, kalau aku akan menyingkirkan apapun yang tidak bisa kudapatkan…” “Arghhhh!” Zh