Hari berganti, tak terasa waktu cepat berlalu. Setelah mengetahui kehamilanya, Syifa kini lebih banyak beristirahat di rumah. Wanita itu masih bekerja seperti biasa. Hanya saja jam kerjanya dikurangi. Syifa hanya masuk tiga hari dalam satu minggu. Itupun hanya berjaga di ruangan dan sementara waktu tidak meng-handle IGD. Rizal tak mau istrinya kelelahan karena akan berakibat kepada kehamilan. "Kita mau ke mana?" "Notaris. Aku mau serah terima sertifikat rumah." "Kok lama baru selesainya?" "Dari developer-nya begitu. Papa juga kan belinya perumahan biasa. Jadi gitulah," jelas Rizal. Sesampainya di kantor notaris, mereka menunggu karena masih ada tamu. Rizal dengan pelan mengusap perut istrinya yang sudah mulai membesar. Lalu memijat pelan dahi Syifa karena wanita itu merasa pusing.

