Sekadar Empati

1232 Kata

Rizal mondar-mandir di depan ruang operasi dengan gelisah. Sudah dua jam dan belum ada tanda-tanda akan selesai. Mereka memang terbiasa dengan kejadian seperti ini sejak awal kuliah bahkan mungkin hingga menutup mata nanti. Namun, ketika itu terjadi kepada orang yang dikenal, rasanya tetap berbeda. "Keluarga Ibu Tiara?" tanya Fauzan, dokter bedah yang menangani tindakan Syifa. "Cuma ada gue sebagai perwakilan. Keluarganya belum tau," jawab Rizal. "Lu yang bawa dia?" tanya Fauzan heran. "Iya. Pas mau pulang gue lihat ada kecelakaan. Jadi gue bawa." "Lu kenal?" "Pasien gue yang baru aja sembuh dari tabrakan. Sekarang kecelakaan lagi," jelas Rizal. "Astagfiirullah dia kritis. Masuk ruang instensif sampai pulih." Rizal tertegun dan mengusap wajah, tak dapat membayangkan bagaimana kond

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN