Lima hari sudah berlalu. Belum ada tanda-tanda perkembangan dari Tiara. Wanita itu masih tak sadarkan diri di ruang intensif. Berbagai selang menempel di tubuhnya. Rizal dan Fauzan bergantian menjenguknya. "Mau ke rumah sakit lagi?" Syifa merapikan kerah baju suaminya yang nampak berantakan. Sejak kejadian itu, Rizal jarang ada di rumah. Sepulang dari rumah sakit, lelaki itu akan mandi dan mengganti pakaian, lalu makan jika lapar dan pergi lagi. Orang tua Tiara akan meneleponnya jika belum memberikan kabar. Rizal akan buru-buru datang tanpa menghiraukan istrinya. Rasa kasihan karena kondisi keuangan Rahmat yang terbatas, membuat lelaki itu tak tega. "Sebentar aja." "Memang dia siapanya kamu, sih? Kok pake bela-belain besuk," sungut Syifa tak terima. Wanita itu merasa heran karena sua

