Karena mengetahui bahwa Yifu-nya, Wei Xiao Yue, tengah berada di luar kota dan tidak sedang berada di istana Daming, Baili Qig Shi dengan berani menyusup ke dalam istana. Dia tahu dengan pasti bahwa Wei Xiao Yue tidak akan pergi sendirian, Ouyang Yuze pasti akan ikut pergi bersama dengan Wei Xiao Yue.
“Kau yang di sana!” Seorang petugas jaga tiba-tiba memanggil Baili Qing Shi.
Baili Qing Shi segera menghampiri penjaga itu, “ya? Apakah kau memanggilku?”
“Kau, kau sangat tidak sopan! Kau hanya petugas rendahan dari Departemen Pendapatan, beraninya kau berbicara seperti itu padaku!” Kata petugas jaga itu seraya membentak Baili Qing Shi.
Baili Qing Shi telah menyamar, dia bahkan telah menggambar kumis di wajahnya yang tampan agar dia tidak dikenali. Semuanya sudah sempurna, tapi dia melupakan sesuatu. Ya, itu adalah kebiasaanya. Sebelumnya dia selalu berbicara santai pada setiap orang, tidak peduli apakah itu orangtua atau bukan, selagi menurut Baili Qing Shi masih sopan, dia tidak akan merubah caraya berbicara. Tapi kali ini dia benar-benar lupa bahwa sekarang dirinya tengah berada di dalam istana Daming dan bukannya di luar. Selain itu, pakaian yang dipakainya kali ini adalah pakaian pekerja rendahan dari Departemen Pendapatan, jadi tidak heran jika Baili Qing Shi akan kena marah begitu dia berbicara dengan cara yang kurang sopan.
“Maafkan aku tuan, aku hanya sedang kurang sehat.” Kata Baili Qing Shi.
“Sebenarnya apa yang akan kau lakukan?! Kau tampak kebingungan, kemana kau akan pergi?!” Tanya petugas itu.
“Aku adalah orang baru di Departemen Pendapatan,” Baili Qing Shi menunjukkan token namanya. “Aku masih tidak tahu di mana letak tempat kerjaku. Mereka mengatakan bahwa besok aku harus pergi membawa limbah senjata.”
“Shen Fei, namamu Shen Fei yah?” Kata petugas itu.
Baili Qing Shi mengangguk dengan bodoh, dia tidak pernah melihat apa yang tertulis di token identitas palsunya. Dia bahkan tidak tahu jika nama samarannya adalah Shen Fei. Dia dengan linglung menjawab, “itu benar.”
“Kalian akan berangkat tepat pukul 7 besok pagi. Kau bisa menuju ke bagian barat istana ini. Di sana kau akan melihat teman-temanmu.” Kata petugas itu.
Baili Qing Shi berlalu setelah membungkuk dan mengucapkan terimakasih pada petugas itu. Dia berjalan ke arah barat istana dengan kebingungan.
“Aku seharusnya meminta peta pada Bo Ge,” keluh Baili Qing Shi.
Kompleks Istana Daming sangatlah luas, dan petugas itu hanya mengatakan arah barat sebagai petunjuk. Bagian barat Istana Daming bahkan menyerupai luas pasar yang biasa Baili Qing Shi datangi. Ini benar-benar membingungkan.
Pemuda itu berjalan tanpa arah yang jelas. Dia hanya mengikuti langkah kakinya sampai pada akhirnya dia bertemu dengan seorang pelayan. Pelayan itu adalah seorang Mama yang tua, bisa terlihat jika dia sudah hidup lama di istana Daming.
“Maafkan aku Nyo..Mama, aku adalah orang baru dari Departemen Pendapatan dan aku tidak tahu kemana harus pergi, bisakah Mama memberitahuku arah menuju ke sana?” Baili Qing Shi tanpa keraguan sedikit pun bertanya pada pelayan senior istana itu.
Pelayan itu sangatlah baik, dia dengan senang hati menjelaskan arah pada Baili Qing Shi. Dan setelah mendengarkan penjelasan dari Mama itu, Baili Qing Shi buru-buru pergi.
“Ini..” Pelayan itu mendapati sesuatu telah jatuh dari Baili Qing Shi, itu adalah kantung wewangian.
Mama itu, “dia hanyalah pelayan rendahan, bagaimana mungkin dia bisa mendapatkan kantung wewangian ini? Ini bau Cendana.”
Pelayan tua itu tanpa diduga adalah pelayan kepercayaan Permaisuri Liu Li Shu, Qiao Mama. Dia bahkan langsung menuju ke istana Feng Gong untuk melayani Permaisuri Liu Li Shu, dan tanpa disadari Permaisuri Liu Li Shu mencium aroma cendana yang begitu familiar dari tubuh Qiao Mama.
“Mama, apakah kau memakai wewangian Cendana kali ini?” Tanya Permaisuri Liu Li Shu.
Qiao Mama menggelengkan kepalanya dan mengeluarkan kantung wewangian itu, dia berkata, “seorang pelayan muda menjatuhkan benda ini dengan ceroboh.”
Permaisuri Liu Li Shu membelalakkan matanya, dia kemudian mengambil kantung wewangian itu dari tangan Qiao Mama. Permaisuri Liu Li Shu terlihat begitu serius saat ini. Dia menarik laci mejanya untuk kemudian mengeluarkan kantung wewangian usang yang bahkan masih harum.
“Yang Mulia, sulaman di kantung wewangian itu sama.” Kata Qiao Mama.
Permaisuri Liu Li Shu tentu saja langsung tahu bahwa orang yang menyulam dan membuat dua kantong wewangian itu adalah orang yang sama. Itu adalah putranya, Li Lian!
“Qiao Mama, dimana pemuda itu? Dimana kau bertemu dengannya?” Tanya Permaisuri Liu Li Shu dengan terburu-buru.
Qiao Mama sebelumnya tidak pernah tahu jika Permaisuri Liu Li Shu memiliki benda yang dibuat oleh putranya. Itu adalah sebuah rahasia yang bahkan sangat mengejutkan. Qiao Mama dengan terburu-buru berkata, “di kompleks istana barat.”
Permaisuri Liu Li Shu langsung berdiri dari kursinya dan dengan terburu-buru melangkah keluar dari istananya. Dia dan Qiao Mama bergegas menuju ke kompleks istana barat untuk melihat apakah pemuda itu masih di sana atau tidak.
Tentu saja Baili Qing Shi sudah tidak ada di sana.
Qiao Mama segera mengingat bahwa Baili Qing Shi saat itu menanyakan arah menuju ke Departemen Pendapatan, “Yang Mulia, tuan muda…maksud pelayan tua ini, pemuda itu pergi ke Departemen Pendapatan.”
“Departemen Pendapatan?” Permaisuri Liu Li Shu bertanya.
“Ya Yang Mulia, pemuda itu menanyakan arah untuk menuju ke sana. Dia juga mengatakan bahwa dia adalah orang baru.” Timpal Qiao Mama.
Departemen Pendapatan adalah departemen yang berada dalam pengawasan Perdana Menteri Barat, Mo Chun. Bahkan hampir sebagian besar orang yang berada di sana adalah orang-orang dari klan Mo. Jika Permaisuri Liu Li Shu tiba-tiba pergi ke sana tanpa alasan yang jelas, maka hal ini pasti akan menimbulkan kecurigaan.
“Apa yang yang sebenarnya dilakukan Li Lian di istana ini?” Permaisuri Liu Li Shu bertanya-tanya di dalam hatinya.
Permaisuri Liu Li Shu tahu jika putranya adalah pemuda yang cerdas. Dia telah mendengar beberapa hal dari kepala pelayan Wang dan Liu Qianfan tentang kecerdasan dari Baili Qing Shi, tapi Permaisuri Liu Li Shu juga tahu bahwa putranya itu adalah orang yang nekat dan juga haus akan pengetahuan. Baili Qing Shi akan melakukan apapun agar rasa penasarannya terpenuhi. Muncul di istana untuk pertama kalinya semenjak dia dibuang 22 tahun, pastilah ada alasan khusus kenapa Baili Qing Shi menginjakkan kaki ke tempat yang sangat dibencinya. Takut jika putranya berada dalam bahaya, Permaisuri Liu Li Shu segera menyuruh pelayannya untuk menghubungi Liu Qianfan.
Pelayan itu telah kembali dari Manor Liu dan melaporkan bahwa Marquis Liu sedang tidak ada di tempat.
“Kemana dia pergi?” Tanya Permaisuri Liu Li Shu.
“Liu Furen mengatakan bahwa Marquis berada di Hebei, dia akan kembali dalam tujuh hari.” Jawab pelayan itu.
Satu-satunya orang yang bisa membantu Permaisuri Liu Li Shu menghentikan rencana rahasia Baili Qing Shi adalah Jenderal Wei Xiao Yue, tapi itu sama saja mustahil. Ayah angkat putranya itu sedang tidak ada di mana-mana. Entah kemana perginya Wei Xiao Yue dan Ouyang Yuze, tapi pasangan Jenderal dan Wakilnya itu telah menghilang semenjak kemarin.
Malam telah berakhir dan mentari pagi mulai menampakkan sinarnya. Tepat pukul delapan Permaisuri Liu Li Shu mendapatkan kabar bahwa Liu Qianfan telah kembali. Ya, Permaisuri Liu Li Shu yang sangat mengkhawatirkan putranya segera mengirim utusan ke Hebei. Dan karena inilah Marquis Liu bergegas kembali ke Luoyang.
“Bibi, apa yang bibi katakan? Putra…Xiao Baili memasuki istana?” Tanya Liu Qianfan.
“Itu benar,” Permaisuri Liu Li Shu mengeluarkan kantung wewangian yang ditemukan Qiao Mama dan memperlihatkannya pada Liu Qianfan.
“Qianfan, ini adalah kantung wewangian milik Baili Qing Shi. Dia ada sini semalam, dan kata Qiao Mama dia bertanya tentang arah menuju ke Departemen Pendapatan. Anak itu juga memakai seragam pekerja dari Departemen Pendapatan. Aku benar-benar takut jika dia akan melakukan sesuatu.”Ujar Permaisuri Liu Li Shi.
“Bibi tenang saja. Aku akan menangani hal ini.” Kata Liu Qianfan seraya menenangkan Permaisuri Liu Li Shu.
Liu Qianfan tidak membuang-buang waktunya lagi, dia segera menuju ke pos militer istana untuk bertemu dengan Lin Bo. Liu Qianfan tidak perlu repot-repot meminta bertemu dengan Wei Xiao Yue karena dia telah tahu kemana Wei Xiao Pergi.
“Marquis, apa yang membawa Marquis kemari?” Tanya Lin Bo.
“Baili Qing Shi ada di istana semalam, dia pergi ke Departemen Pendapatan…” Liu Qianfan melihat ekspresi Lin Bo yang tidak biasa, dia segera bertanya, “Lin Bo, katakan sejujurnya, apa kau tahu masalah ini?”
Lin Bo membalas ucapan Liu Qianfan itu dengan pertanyaan, “bukankah Marquis sudah tahu akan hal ini?”
Lin Bo dengan buru- buru mengeluarkan surat yang diberikan oleh Baili Qing Shi kemarin padanya, dia menyerahkan surat itu pada Liu Qianfan.
“Dia telah menipumu.” Kata Liu Qianfan.
Lin Bo sangat terkejut, “apa?! Ini adalah tulisan Marquis, bagaimana mungkin aku tidak mengenalinya?”
Baili Qing Shi adalah pemuda yang cerdas, itu adalah fakta yang tak terelakkan lagi. Fakta kedua, dia juga bisa menjadi licik dengan otaknya yang cerdas itu. Tentang bagaimana dia bisa meniru tulisan Liu Qianfan dengan sangat baik.., mari kita bicarakan itu di lain kesempatan. Liu Qianfan masih harus menemukan adik sepupunya itu sebelum sesuatu yang buruk terjadi.
“Dia memintaku untuk membantunya bergabung ke dalam rombongan yang akan membawa senjata-senjata usang ke tempat pembuangan.” Lin Bo segera membelalakkan matanya, “Marquis, kelompok itu berangkat dua jam yang lalu!”
Liu Qianfan, “kita harus segera mengejarnya. Siapkan orang-orang kita, jangan sampai ini terdengar. Kita harus melakukannya dengan hati-hati. Dia akan baik-baik saja.”
Baili Qing Shi telah berbaur dengan kelompok itu dengan sangat baik. Dia mendorong gerobak bersama ketiga temannya sambil sesekali bercerita. Wajahnya yang biasanya terlihat tampan dan mempesona, kini terlihat sedikit kotor karena adanya kumis palsu.
Perjalanan ke Longyu akan memakan waktu dua hari lamanya jika ditempuh dengan berjalan kaki. Total ada sepuluh gerobak berisikan senjata aus yang dibawa dari istana menuju ke Longyu. Setiap gerobak akan didorong oleh empat orang, jadi total ada empat puluh orang pekerja kasar. Lima orang sisanya adalah pejabat tingkat rendah. Mereka tentu saja tidak ikut berjalan bersama dengan para pekerja kasar, mereka menaiki kuda mereka masing-masing. Jadi wajar jika mereka tidak merasakan kelelahan.
“Berhenti!” Pemimpin kelompok mengeraskan suaranya saat dia berteriak, “kita akan bermalam di tempat ini. Kalian bisa mencari tempat yang nyaman untuk tidur. Kita akan berangkat esok pagi sebelum matahari terbit!”
Kelompok itu berhenti di tengah-tengah hutan yang rimbun, tidak ada tenda ataupun alas yang bisa digunakan untuk tidur. Tapi beruntung ada beberapa api unggun yang bisa digunakan untuk menghangatkan tubuh mereka.
“Bagikan roti dan airnya!” Teriak pemimpin kelompok lagi.
Baili Qing Shi duduk di barisan paling belakang, dia duduk sembari menunggu roti dibagikan. Seseorang tiba-tiba duduk di sampingnya, menggantikan posisinya sebagai penerima terkahir roti. Baili Qing Shi dengan acuh tak acuh menerima roti itu dan memberikannya pada orang yang disebelahnya tanpa mengatakan apapun. Tapi secara tidak sengaja tatapan keduanya saling bertemu.
Baili Qing Shi, “!!!”
Orang itu, “!!!”
Baili Qing Shi tidak tahu apakah dia harus senang atau sedih saat melihat orang yang tengah menatapnya itu. Secara mengejutkan itu adalah Wei Xiao Yue yang juga sedang menyamar. Ya, selama ini Wei Xiao Yue juga merencakan hal yang sama dengan Baili Qing Shi. Dan pada akhirnya kedua pria itu dipertemukan kembali dalam situasi yang sangat canggung.
Baili Qing Shi telah tertangkap basah oleh Xiao Ge-nya, jadi dia hanya bisa tersenyum dan menghindari tatapan mematikan Wei Xiao Yue.
Wei Xiao Yue dengan kejam mengambil roti dari tangan Baili Qing Shi seraya berbisik, “aku akan berurusan denganmu nanti Xiao Baili. Sekarang kau harus benar-benar melanjutkan sandiwaramu ini.”