Mission pt 1

2329 Kata
Selang beberapa hari berlalu, kondisi Li Jin yang sebelumnya oleh tabib Hu didiagnosa menderita gastritis akhirnya membaik. Dan karena Li Jin sedari awal tidak pernah kehilangan nafsu makannya, dia tidak mengalami masalah dengan pola makan. Dia makan sangat baik selama masa pemulihan. Dan hari ini, saat dia sudah bisa duduk bersantai di istananya, Kaisar Li Wei yang sama sekali belum pernah mengunjunginya akhirnya datang bersama orang-orang dari istana Long Gong. “Ayah, maafkan karena kelalaianku.” Li Jin menundukkan kepalanya dan takut untuk menatap ayah Kekaisarannya sendiri. “Putra ini baru saja sembuh dari penyakit, jadi putra ini melewatkan beberapa kesempatan untuk datang dan memberi hormat pada Ayah.” Walaupun Kaisar Li Wei adalah seorang Kaisar, tapi di waktu yang bersamaan dia juga adalah seorang ayah. Putranya yang kini tengah menundukkan kepalanya dan takut padanya itu, walaupun dia adalah putra yang bebal dan nakal, tapi dia tetaplah putra yang terikat hubungan darah dengannya. Rasa khawatir di hati Kaisar Li Wei juga tidak bisa dipungkiri. Dan itu terlihat semakin nyata saat dia bertanya pada Li Jin, “Jin er, bagaimana keadaanmu sekarang?” “Putra ini sudah merasa baikan.” Li Jin dengan kaki yang masih gemetaran karena ketakutan berkata, “berkat tabib yang dikirim oleh ibu kekaisaran, kondisiku menjadi membaik.” Sangat baik, setidaknya berat badan Li Jin telah bertambah. Dia bahkan telah berhasil menaikkan berat badannya sehingga tulang-tulangnya yang semula terlihat tidak lagi nampak. “Kau lalai dalam melaksanakan tugas,” Kaisar Li Wei memperbaiki kata-katanya, “itu sebenarnya bukanlah tugas melainkan hukuman. Kau dihukum dan aku kirim ke perbatasan, tapi kau malah mengacaukan segalanya. Dan jika bukan karena Jenderal Wei Junior yang sigap dalam pencarianmu, maka aku tidak yakin kau akan berada di sini sekarang.” Li Jin tidak menyangka bahwa ayahnya masih akan mempermasalahkan hal ini bahkan setelah dia nyaris kehilangan nyawanya. Li Jin dengan suara rendah berkata, “putra ini menyesal.” “Penyesalan saja tidak cukup, kau masih harus dihukum.” Kaisar Li Wei bahkan sudah kehabisan akal bagaimana harus menghukum putranya yang akan menjadi ahli waris tahtanya itu. Kaisar Li Wei menghela napas dan berkata, “carilah guru yang kau sukai. Kau harus belajar bagaimana caranya mengangkat pedangmu. Kau harus menguasai ilmu bela diri. Ini adalah hukuman paling ringan yang bisa aku berikan padamu. Jika kau berbuat ulah lagi, maka aku tidak akan menjamin hukuman selanjutnya akan lebih baik dari ini.” Nyatanya itu bukanlah sebuah hukuman melainkan sebuah bentuk kasih sayang. Dan Li Jin tentu saja senang akan hal ini. Selain itu, Kaisar Li Wei juga menyuruhnya untuk melakukan amal secara diam-diam tanpa harus mengumukan identitasnya sebagai Putra Mahkota. Dan perihal guru yang dia inginakan, Li Jin tentu saja sudah memiliki kandidat. “Ayah, orang yang ingin aku jadikan guruku masihlah sama. Aku ingin Jenderal Wei Junior yang menjadi guruku,” Li Jin dengan bersungguh-sungguh mengatakan hal ini. Tapi walaupun Kaisar Li Wei adalah seorang pemimpin yang ucapannya adalah hukum, itu samasekali tidak berpengaruh pada Jenderal Wei Junior. Wei Xiao Yue sudah menolaknya mentah-mentah beberapa tahun lalu, dan jika dia ingin memintanya lagi di tahun ini, maka bukankah itu sama saja dengan mengemis pada bawahannya? “Itu sedikit sulit,” jawab Kaisar Li Wei. “Aku akan mencarikan orang lain yang lebih tepat. Terlebih lagi Jenderal Wei Junior tengah sibuk saat ini, jadi dia tidak akan bisa menjadi gurumu.” Kaisar Li Wei segera beranjak dari kursinya dan pergi dari istana Putra Mahkota. Jauh di lubuh hati dan pemikirannya, itu bukanlah alasan yang jujur. Ya, Kaisar Li Wei tidak mungkin mau kehilangan wajah di depan putranya sendiri, jadi dia hanya bisa berbohong demi kehormatannya. Kaisar Li Wei mengetahui dengan pasti lebih dari siapapun bahwa Wei Xiao Yue adalah orang yang tidak bisa dipaksa. Jika Jenderal aneh itu sudah berkata tidak, bahkan walaupun itu adalah Kaisar sendiri, dia masih akan tetap menolaknya. Alih-alih kehilangan Jenderal berbakatnya untuk kali kedua, lebih baik untuk mencari jalan keluar lain untuk masalah ini. */ Wei Xiao Yue tengah berada di kantornya saat dia mulai untuk melakukan tugasnya. Dia akan memulai penyelidikannya! Sudah ada Ouyang Yuze dan juga Lin Bo di ruang kerjanya. Wei Xiao Yue berniat untuk mendiskusikan rencananya pada Ouyang Yuze dan juga Lin Bo. “Kemana semua senjata yang rusak dibawa? Dan pabrik senjata mana saja yang bertugas sebagai pemasok senjata untuk tentara kekaisaran?” Tanya Wei Xiao Yue pada Lin Bo. Karena sudah lama sekali tidak berkutat dengan hal semacam ini, maka wajar saja jika Wei Xiao Yue tidak tahu menahu akan semua ini. Ya, selama dia menghilang dan menjadi tunawisma merepotkan ibu kota, semua urusan pembelian senjata seperti pedang dan armor dialih tugaskan ke Departemen Pendapatan. Tidak ada pengecekan ulang terhadap kualitas dan kwantitas senjata-senjata itu. “Kenapa bisa seperti itu?” Wei Xiao Yue mencubit pelipisnya saat dia berkata, “ini bukan seperti kalian tidak mampu menangani hal ini.” Lin Bo tanpa ragu-ragu menjawab, “semua ini terjadi begitu saja Jenderal. Bahkan Kementerian Pertahanan yang dikepalai oleh Marquis Liu pun tidak bisa mencegahnya. Posisi Jenderal kosong, jadi siapa yang akan berani berbicara hal ini di pengadilan istana.” Wei Xiao Yue tidak perlu bertanya lagi siapa penyebab utama akan hal ini. Itu semua sudah jelas, jika bukan Mo Chun maka tidak akan ada orang yang berani memberikan usulan seperti itu. Tidak ada bukti konkret untuk menuduhnya karena dia hanyalah dalang yang bermain dibelakang layar. Tapi jika ditelaah lebih lanjut, maka Menteri Pendapatan sendiri masih memiliki hubungan kekerabatan dengan klan Mo. Mustahil jika klan Mo tidak mengendalikan salah satu dari kerabatnya itu. Wei Xiao Yue tengah membaca laporan, dia sekali lagi bertanya, “kapan dan di mana senjata-senjata usang yang tidak layak pakai dibuang?” “Mereka akan membuangnya saat perang telah usai,” Lin Bo menjelaskan lebih rinci, “dengan alasan bahwa senjata-senjata itu tidak bisa lagi digunakan, maka mereka akan membuangnya dan membeli yang baru.” Kali ini Ouyang Yuze tidak bisa diam, dia berpendapat, “itulah sebabnya kenapa dana anggaran untuk bidang militer benar-benar besar.” Bagaimana mungkin itu tidak besar jika setiap selesai dipakai sekali, maka akan ada pembelian senjata yang baru? Harga armor berat saja tidaklah murah, setidaknya sepuluh empat sampai lima jita tael perak akan habis jika mereka membeli semua perlengkapan militer. Inilah penyebab utama kenapa korupsi militer menjadi kejahatan yang paling menarik sekaligus berbahaya. Jika orang di dalamnya berhasil untuk mengelabui hukum, maka keuntungan yang akan mereka dapatkan tidaklah sedikit. Tapi jika mereka sampai ketahuan, maka hukuman pancung tiga genarasi akan mereka rasakan! Wei Xiao Yue tiba-tiba berdiri, “aku akan melihat gudang senjata yang ada di pangkalan militer istana.” Gudang senjata Kekaisaran tidak berada di dalam istana. Itu ada di sebuah benteng di sebuah distrik yang terletak diperbatasan ibukota Luoyang. Dan untuk menuju ke sana dibutuhkan waktu sehari dengan menunggangi kuda tanpa berhenti. */ Begitu pertemuannya dengan Jenderal Wei telah selesai, Lin Bo secara diam-diam keluar dari istana. Tujuannya tentu saja untuk bertemu dengan Baili Qing Shi yang telah menunggunya di restoran. Dan setelah merenung semalaman, Lin Bo akhirnya sampai pada keputusan akhirnya. Bahwa dia tidak bisa membantu Baili Qing Shi. Dia dengan sangat menyesal berkata, “tuan muda Baili, aku akan menerima hukuman apa saja. Tapi tugas ini sangatlah berbahaya, Dan juga, aku sendiri tidak tahu kapan senjata-senjata yang sudah tidak digunakan lagi itu akan dibawa untuk dibuang.” Apa maksudnya? Baili Qing Shi meminta bantuan pada Lin Bo untuk mencari tahu kapan dan dimana proses pembuangan senjata-senjata bekas perang. Baili Qing Shi berniat untuk menyelidiki hal ini setelah dia mengkonfirmasi kualitas senjata-senjata itu sendiri. Baili Qing Shi yakin bahwa itu hanyalah senjata usang yang dicat dan didaur ulang kembali agar menyerupai baru. Itu hanyalah spekulasi dari pengamatan yang selama ini Baili Qing Shi lakukan. Dan untuk memastikan hal itu, Baili Qing Shi tentunya harus melihat dengan mata kepala sendiri kemana perginya semua senjata-senjata usang itu. “Ge, aku berjanji tidak akan melakukan apapun.” Kata Baili Qing Shi. “Aku hanya memintamu untuk membantuku masuk dan membiarkanku ikut dalam kelompok orang-orang yang membawa senjata-senjata itu.” “Yifu-mu pasti akan mengulitiku jika dia tahu kita bertemu dan membahas masalah ini tuan muda.” Lin Bo bahkan terlihat bertambah frustasi sekarang. Baili Qing Shi mengangkat kedua tangannya, dia berkata, “aku bersumpah bahwa aku tidak akan pernah mengatakan apapun pada Yifu-ku. Dia tidak akan tahu akan hal ini.” Sekalipun Lin Bo tidak memberitahu Wei Xiao Yue tentang hal ini, tapi itu tetaplah Wei Xiao Yue. Cepat atau lambat dan entah dari mana, manusia aneh itu pasti akan mengetahuinya. Dan yang paling dikhawatirkan oleh Lin Bo adalah kesalamatan dari Baili Qing Shi. Marquis Liu telah menyuruhnya untuk mengawasi adik sepupunya itu secara diam-diam, tapi kali ini semuanya malah berbanding terbalik. Tidak secara diam-diam lagi, bahkan Baili Qing Shi dengan tidak tahu malu meminta hal yang sulit pada Lin Bo. Melihat Lin Bo mulai ragu-ragu, Baili Qing Shi mulai menambahkan minyak ke dalam api. Dia dengan sangat tidak tahu malu berkata, “aku sudah mengatakannya padamu Ge. Aku, Baili Qing Shi, pasti akan mendapatkan apa yang aku mau. Walaupun kau tidak mau membantuku, aku masih akan tetap menyelinap, dan tentu saja resikonya akan semakin besar.” Ini dia, kenapa pemuda ini semakin lama semakin mirip dengan Wei Xiao Yue yang menyebalkan? Lin Bo sepertinya tidak memiliki pilihan lain. Jika dia tidak membantu Baili Qing Shi, maka pemuda gila itu pasti akan pergi sendiri, dan resiko ketahuan akan semakin besar. Dan jika sampai hal ini terjadi, maka Lin Bo pasti akan menjadi bulan-bulanan Wei Xiao Yue dan juga Liu Qianfan. Tapi jika dia menuruti kemauan dari Baili Qing Shi, dia juga akan tetap kena imbasnya. Ini lebih seperti kau harus memilih melompat ke parit dengan buaya di bawah atau melompat ke parit dengan api di bawah. Lin Bo menghela napas dan hanya bisa pasrah saat dia mengangguk dan mengiyakan permintaan dari putra kandung Kaisar dan Permasuri itu. Dia berkata, “tapi kau harus berjanji padaku bahwa kau tidak akan berbuat onar ataupun berbuat hal bodoh.” “Aku berjanji atas nama Yifu-ku.” Kata Baili Qing Shi dengan senyuman lebar di wajahnya. “Kalau begitu aku akan memberitahumu begitu aku telah mendapatkan informasinya,” ujar Lin Bo. “Kita bertemu lagi di sini dalam dua hari ke depan.” */ Wei Xiao Yue telah mengirim pesan pada penghuni Baili Fu bahwa dia tidak akan pulang selama beberapa hari ke depan karena dia akan sangat sibuk di istana. Baili Qing Shi yang mengetahui hal ini tentu saja merasa bahwa Buddha telah membantunya. Setidaknya dia bisa menyelinap keluar kali ini. Jika Wei Xiao Yue masih sibuk selama dua hari ke depan, maka langkah Baili Qing Shi bisa dipastikan berjalan mulus. “Yifu tidak bisa menyalahkan ku karena semangatku ini,” kata Baili Qing Shi dengan bangga. Dua hari berlalu dengan cepat dan Wei Xiao Yue masih belum kembali dari istana. Baili Qing Shi merasa dirinya harus lebih sering ke kuil untuk berdoa, itulah mengapa dia selalu mendapatkan kemudahan. Setidaknya itulah yang sekarang dipikirkan oleh Baili Qing Shi. “Paman Wang, aku akan pergi ke pegunungan Siyuan untuk berdoa,” Baili Qing Shi berteriak dari halaman Fu-nya. Kepala pelayan Wang dengan tergesa-gesa keluar dan bertanya, “kapan tuan muda akan kembali? Jika Lao Wen tidak melihat tuan muda ada di Fu, dia mungkin akan khawatir.” “Yifu-ku sangat sibuk.” Baili Qing Shi berkata, “aku tidak akan kembali selama tiga hari. Jangan khawatir dan jaga saja Fu. Perhatikan juga keperluan didi-ku Baili Xiao Kong. Aku pergi yah.” Kepala pelayan Wang, “…” Sesuai dengan kesepakatan, Baili Qing Shi dan Lin Bo akhirnya bertemu di restoran biasa. Dan kali ini Lin Bo datang bukan dengan tangan kosong melainkan dengan informasi yang telah didapatkannya. “Jenderal Wei tengah pergi ke luar kota, dan dia kemungkinan tidak akan kembali dalam beberapa hari,” kata Lin Bo tanpa tergesa-gesa. “Kelompok orang yang akan membawa senjata-senjata bekas itu akan berangkat besok tepat pukul tujuh.” Baili Qing Shi mengangguk, “itu bagus, terimakasih banyak Ge.” “Ini.” Lin Bo memberikan sesuatu yang dibungkus kain pada Baili Qing Shi. “Ini adalah baju yang digunakan oleh orang-orang dari Departemen Pendapatan. Aku hanya bisa mencuri satu, dan kau harus mengurus sisanya sendiri.” Mengurus sisanya sendiri berarti Baili Qing Shi harus menyamar. Baju yang dipakai oleh pelayan dari Kementerian Pendapatan sendiri bukanlah armor dengan penutup kepala, itu hanyalah baju biasa yang bahkan terlihat sangat lusuh. Jelas bahwa kelompok yang akan membawa senjata-senjata itu adalah kelompok pekerja kasar. Tapi Baili Qing Shi samasekali tidak pernah mempermasalahkan hal ini. “Tidak masalah, ini sudah cukup ge.” Kata Baili Qing Shi. Lin Bo bahkan sudah menyiapkan bala bantuan yang cukup matang untuk Baili Qing Shi. Dia sudah membuatkan Baili Qing Shi token identitas palsu untuk menghindari kecurigaan petugas. “Itu, Xiao Baili, apakah tidak sebaiknya kita memberitahu Marquis Liu akan rencana kita ini,” Lin Bo terlihat ragu-ragu kali ini. “Aku benar-benar takut jika dia akan marah.” Baili Qing Shi tersenyum dan mengeluarkan sesuatu dari lengan bajunya, “ini untukmu Ge.” “Apa ini?” Tanya Lin Bo. “Aku pergi ke Manor Liu tadi dan sudah mengatakannya pada Da Ge, kau tidak perlu khawatir.” Baili Qing Shi meneguk tehnya lalu kemudian berkata, “dia menitipkan surat itu untukmu.” Lin Bo membuka surat itu dan membaca isinya. Dia secara tidak percaya bertanya, “apakah ini benar dari Marquis?” “Aku mana berani berbohong,” ujar Baili Qing Shi. “Kau telah tinggal bersama Da Ge sejak kau masih kecil, aku tahu kau mengenal tulisan Da Ge melibihi siapapun. Lihat saja, apakah itu benar tulisannya?” Lin Bo memperhatikan tulisan tangan itu lagi dan dia berkata, “ini memang tulisannya. Maafkan aku karena telah meragukanmu.” Keduanya akhirnya berpisah satu sama lain. Baili Qing Shi tidak pulang, takut jika dia akan terlambat. Jadi Baili Qing Shi memutuskan untuk masuk ke istana lebih awal. Dia telah memiliki token identitasnya, jadi dia bisa masuk dengan mudah.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN