Punishment

2166 Kata
Baili Qing Shi sudah rapi sejak pagi hari, dia bahkan telah membuat kepala pelayan Wang sakit kepala di pagi hari karena mencarinya. Ya, dari pagi hingga matahari hampir terbenam, Baili Qing Shi belum kembali ke Fu-nya. Hal ini sudah wajar terjadi, tapi kepala pelayan yang sudah tua masih saja terkejut akan hal ini. “Paman Wang, ada surat di atas meja belajar Baili Gege,” Xiao Kong bahkan lebih cerdik dalam hal ini. Kepala pelayan Wang dengan susah payah membaca surat itu. Beruntung tulisan Baili Qing Shi sangat indah sehingga dia bisa membacanya dalam satu kali percobaan. Setelah membaca surat itu, Kepala Pelayan berkata, “tuan muda sedang pergi berbuat baik. Dia menuliskan di sini bahwa dia akan pulang terlambat. Dia juga menyuruh kita untuk tidak mencarinya.” Pergi berbuat baik? Kemana dia pergi? Baili Qing Shi tengah berada di kantor militer yang ada di ibukota tentu saja. Dia sudah berada di sana sejak pagi tadi. Tujuannya tentu saja adalah untuk menggali informasi dari petugas Han yang kurus. “Ada beberapa pabrik senjata di Luoyang, di negeri ini yang terbesar ada di provinsi Henan.” Petugas Han menjawab pertanyaan Baili Qing Shi mengenai pabrik senjata yang ada di Tang Agung. “Apakah itu semua adalah pabrik terkenal dan terdaftar?” Tanya Baili Qing Shi untuk kali kedua. Petugas Han menjawab lagi, “itu benar. Semua itu adalah pabrik senjata terdaftar. Militer istana menggunakan jasa pabrik ini untuk membuat senjata yang digunakan latihan oleh prajurit tentara di istana. Eh, kenapa tuan muda Baili tiba-tiba tertarik akan hal ini?” Baili Qing Shi kembali menulis sesuatu di sebuah dokumen sembari menjawab, “tidak. Aku hanya merasa bahwa senjata mereka sangatlah keren.” “Tentu saja, itu…” Petugas Han, “…” Baili Qing Shi, untuk kesekian kalinya dia meninggalkan Petugas Han yang masih ingin mengatakan sesuatu. Kali ini tuan muda Baili lari dan bergegas menuju ke sebuah restoran. Tujuan utamanya pergi ke restoran itu bukannya untuk makan, tapi ada tujuan lain. Di sana sudah ada Lin Bo yang menunggunya. Lin Bo, “Yang…Xiao Baili.” “Ge, kau datang ke sini tanpa sepengetahuan Yifu-ku kan?” Tanya Baili Qing Shi. Lin Bo segera mengangguk, “dia tidak tahu aku kemari. Dia sedang berbicara dengan Wakil Jenderal dan Marquis Liu saat aku menuju kemari.” Lin Bo juga tidak lupa untuk menceritakan pada Baili Qing Shi perihal Wei Xiao Yue yang telah dianugeragi gelar bangsawan oleh Kaisar Li Wei. Baili Qing Shi yang tengah meneguk air tidak bisa tidak batuk selama beberapa kali. Lin Bo memberikan sapu tangan pada Baili Qing Shi, “kau tidak apa-apa?” Baili Qing Shi mengangguk dan menyeka air yang tumpah karena dirinya sendiri. Dia berkata dengan riang, “aku pikir dia akan mendapatkan kesulitan hari ini. Siapa yang menyangka bahwa dia akan menjadi seorang Marquis. Xiao Ge benar-benar hebat.” Lin Bo merasa kebingungan dengan panggilan ‘Xiao Ge’, tapi dia tidak berniat menanyakan masalah ini pada Baili Qing Shi. Baili Qing Shi, “kenapa harus Marquis of Jiangnan? Dia bukanlah orang Jiangnan.” “Menurut rumor yang tersebar, Yang Mulia Kaisar memberinya gelar itu karena dia adalah penakluk penjajah di Jiangnan. Setiap pertempuran yang terjadi di Jiangnan, dengan pimpinan Jenderal Wei Junior, pasukan Tang Agung tidak pernah mengalami kekalahan sekalipun.” Baili Qing Shi memberikan “oh” nya. Dia kemudian fokus memakan makanannya dan tidak mengatakan apa-apa lagi. Barulah saat dia telah menghabiskan sup daging kambingnya, Baili Qing Shi mulai mengutarakan niatannya, “aku mau meminta bantuanmu Ge.” “Bantuan apa?” Tanya Lin Bo. “Aku ingin menyelidiki pabrik senjata ilegal.” Jawab Baili Qing Shi. Lin Bo tidak bisa tidak mengerutkan dahinya. Putra angkat Jenderal Wei ini benar-benar berani! Lin Bo, “Itu, bagaimana aku bisa membantumu?” Entah apa yang sedang dibisikkan oleh Baili Qing Shi pada Lin Bo sehingga wajah Lin Bo tidak bisa tidak ketakutan. Hal itu nampaknya bukanlah hal yang baik. “Bagaimana Ge, apakah kau bisa membantuku?” Tanya Baili Qing Shi. “Itu sedikit berbahaya.” Lin Bo mengerutkan keningnya dan tidak tahu harus berbuat apa, “jika Jenderal Wei Junior tahu akan rencanamu ini, maka aku pasti akan sangat menderita. Tidak bisakah kau tidak terlibat? Hanya untuk kali ini saja.” “Ayolah, ini bahkan bukan hal yang besar.” Baili Qing Shi masih mencoba untuk bernegosiasi dengan Lin Bo, “kau tahu pasti aku orang seperti apa. Aku, Baili Qing Shi, pasti akan melakukan apa yang telah aku rencanakan. Aku memanggilmu karena hanya kau yang bisa membantuku.” Baili Qing Shi memperhatikan ekspresi Lin Bo yang tengah berada dalam dilema. Baili Qing Shi tidak akan bertindak sejauh ini sampai dia harus mendekati orang kepercayaan Wei Xiao Yue atau Liu Qianfan jika dari awal dia meragukan Lin Bo. Rencana Baili Qing Shi ini hanya akan berhasil jika dia meminta bantuan tentara militer. Dia bisa saja datang pada Liu Qianfan, tapi melihat bagaimana Liu Qianfan selalu mengadu pada Permaisuri Liu Li Shu, maka Baili Qing Shi memilih untuk mengurungkan niatannya itu. Ada orang lain selain Lin Bo yang bisa Baili Qing Shi mintai tolong, secara alami itu adalah Ouyang Yuze si Wakil Jenderal. Tapi Dashu-nya itu tidak jauh berbeda, dia pasti akan mengatakan segala hal jika Wei Xiao Yue sudah mengancamnya. Baili Qing Shi tentu saja tidak mau Wei Xiao Yue tahu akan rencananya, jika tidak, Yifu sekaligus Xiao ge-nya itu pasti akan mengurungnya di Fu. Lalu, apa yang sebenarnya ingin dilakukan oleh Baili Qing Shi? */ Baili Qing Shi akhirnya kembali ke Fu-nya saat hari telah merubah menjadi malam. Kebiasaannya memanjat pagar memang tidak akan pernah hilang. Dia bisa saja masuk lewat pintu, tapi dia tidak mau membuat keributan yang akan membangunkan para pelayan tua di Fu-nya. Baili Qing Shi baru saja mendarat di atas tanah dengan sempurna. Kali ini bukan kepala pelayan Wang yang memergokinya, itu adalah Yifu-nya, Wei Xiao Yue. “Xiao Ge,” Baili Qing Shi menggaruk kepalanya, “heheheh.” “Aku memang tidak pernah pergi ke kuil Buddha, tapi aku tidak tahu jika kuil yan dikunjungi oleh tuan muda Baili adalah kuil yang buka selama dua puluh empat jam.” Wei Xiao Yue melipat tangannya di atas dadanya ketika dia mengatakan hal ini. Baili Qing Shi akhirnya diseret masuk oleh Wei Xiao Yue. Dan seketika itu pula proses interogasi berlangsung. Baili Qing Shi tentu saja tidak akan mengatakan kejujuran saat Wei Xiao Yue bertanya padanya. Tapi Wei Xiao Yue bukanlah orang yang mudah untuk ditangani. “Aku memang tidak pergi ke kuil Buddha.” Baili Qing Shi dengan percaya diri berkata, “aku berada di Kantor Militer ibukota hari ini. Xiao Ge bisa menanyakannya pada petugas Han. Selebihnya aku ada di restoran untuk makan, lalu kembali ke pengadilan untuk menangani beberapa kasus.” Wei Xiao Yue menyipitkan kedua matanya, “apa yang kau lakukan di kantor militer?” Ini adalah pertanyaan yang sangat mudah untuk dijawab, Baili Qing Shi berkata, “apalagi kalau bukan membantu petugas Han menulis selebaran untuk ujian militer.” Wei Xiao Yue menjadi teralihkan karena dua kata terakhir yang keluar dari mulut Baili Qing Shi. Ya, dia hampir melupakan hal ini. Ujian Militer! Wei Xiao Yue, “Kapan ujian ini akan diadakan?” Baili Qing Shi terlihat terkejut saat dia mendengar Yifu-nya mengajukan pertanyaan itu padanya. Dia membelalakkan matanya seolah-olah dia tidak percaya dengan apa yang sudah didengarnya itu. Bagaimana mungkin Xiao Ge-nya tumbuh menjadi orang tidak tahu malu seperti sekarang? Dia adalah Jenderal Militer, Jenderal Militer Kekaisaran Tang! Bagaimana mungkin dia tidak mengetahui hal ini dan malah menanyakan hal ini pada warga sipil Baili? “Ge, kau adalah Jenderal, bagaimana mungkin kau tidak tahu akan hal ini?” Baili Qing Shi menaikkan suaranya. “Aku tidak mengurus hal semacam ini nak,” Wei Xiao Yue memuntahkan kulit kuaci, “Ouyang Yuze yang selalu mengurusi masalah dukomen atau hal lainnya. Biaoge-mu jauh lebih tahu akan hal ini. Aku pikir kau akan pergi ke Manor Liu untuk bertemu dengan Marquis Liu, tapi sepertinya kau tidak pergi ke sana.” Mendengar kata ‘Marquis’ Baili Qing Shi akhirnya teringat ucapan Lin Bo yang mengatakan bahwa Jenderal Wei Xiao Yue yang kini tengah mengunyah biji kuaci itu telah menjadi seorang bangsawan. “Marquis of Jiangnan, aku tidak memiliki waktu untuk bemain-main bersama Marquis Liu. Bukankah kalian sesama Marquis yang harus saling mengobrol. Yifu-ku sekarang adalah seorang Marquis, jadi aku tidak perlu mengkhawatirkan masa depanku.” Baili Qing Shi mulai menggoda Wei Xiao Yue. Baili Qing Shi tidak berhenti, dia melanjutkan celotehannya, “bagaimana bisa Fu-ku yang jelek ini bisa menampung Marquis of Jiangnan? Aku benar-benar tidak berguna.” Wei Xiao Yue, “…” Wei Xiao Yue berpikir bahwa jika dia adalah orang nomor dua yang paling menyebalkan dan tidak tahu diri yang ada di Tang Agung, maka tidak akan ada yang berani untuk menjadi yang pertama. Tapi rasanya itu semua hanya terjadi di masa lalu. Baili Qing Shi kini telah menjadi orang nomor satu dalam peringkat yang memalukan itu. “Itu hanyalah gelar biasa, untuk apa mengungkitnya?” Kata Wei Xiao Yue. Tidak mau terus-menerus diganggu oleh Baili Qing Shi, Wei Xiao Yue akhirnya mengalah dan pergi ke dapur. Baili Qing Shi mengikutinya dan bertanya, “Xiao Ge, kau belum makan malam?” “Aku sudah.” Wei Xiao Yue mengaduk sesuatu yang ada di tungku dan berkata, “aku hanya ingin memamerkan kemampuan memasakku padamu. Di panci itu ada bubur yang aku buat sendiri. Ambil dan makanlah. Aku masih harus melakukan sesuatu.” Sebelum melewati ambang pintu, Wei Xiao Yue bertanya, “apakah kau memiliki kitab Buddha?” Baili Qing Shi, “di rak kedua. Untuk apa kau memerlukannya?” “Kau tidak perlu tahu,” Wei Xiao Yue segera berlalu dan meninggalkan Baili Qing Shi di dapur. Wei Xiao Yue tidak sedang bercanda saat dia benar-benar membutuhkan kitab Buddha. Dia masih harus melakukan sesuatu, apalagi kalau bukan menjalani hukumannya. Ya, hukuman dari Kaisar Li Wei untuknya itu benar-benar telah membuat Wei Xiao Yue sakit kepala. Bagaimana tidak? Wei Xiao Yue yang jarang pergi ke kuil diharuskan untuk menyalin kitab Buddha sebanyak seratus kali. Wei Xiao Yue menggapai kitab Buddha milik Baili Qing Shi, “apakah ini bukan buku hukum? Kenapa tebal sekali? Bagaimana mungkin aku menyalin semua ini?” Ada sedikit penyesalan di hati Wei Xiao Yue saat ini. Seharusnya dia mengikuti kata hatinya dan menyuruh Ouyang Yuze untuk membantunya menyalin walaupun dia harus rela diolok-olok oleh Wakil Jenderalnya sendiri. Waktu telah berlalu selama dua jam lamanya, dan Wei Xiao Yue bahkan belum menyalin separuh kitab itu. Baili Qing Shi yang melihat cahaya yang masih menyala dari kamar Yifu-nya datang untuk melihat-lihat. “Xiao Ge, apa yang kau lakukan?” Baili Qing Shi masuk dan melihat banyak kertas di mana-mana. Wei Xiao Yue terlihat tidak berdaya saat dia menjawab, “aku harus menyalin kitab Buddha sebagai hukumanku. Kaisar benar-benar keterlaluan kali inii.” Baili Qing Shi duduk dan meraih kitab Buddha yang telah di salin oleh Wei Xiao Yue. Selang beberapa saat Baili Qing Shi tiba-tiba tertawa terbahak-bahak, “hahahhahah.” Wei Xiao Yue, “apa yang terjadi padamu? Jangan katakan kau sudah gila karena melihatku melakukan hal ini. Jika kau ingin mengolok-ngolokku sebaiknya kau pergi saja.” Baili Qing Shi akhirnya berhenti tertawa, tapi dia tidak berhenti tersenyum licik saat dia berkata, “tidak ada, tidak ada apa-apa. Kalau begitu aku akan pergi untuk berisitarahat. Xiao Ge, kau juga harus beristarahat.” Baili Qing Shi keluar dari kamar Wei Xiao Yue, tapi tawanya masih terdengar bahkan saat Baili Qing Shi berada di luar. Wei Xiao Yue merasa bahwa ada yang salah dengan situasi ini. Tapi apanya yang salah? Wei Xiao Yue meraih kitab Buddha itu dan melihat-lihat isinya, “apa yang ditertawakan anak itu?” Wei Xiao Yue masih merasa bahwa sesuatu telah terjadi. Tidak mungkin Baili Qing Shi akan menertawainya jika dia tidak melukan sesuatu yang bodoh. Selain menyalin, apalagi yang bisa dia lakukan. Wei Xiao Yue kembali mencelupkan kuasnya dan bersiap menulis. Dia tiba-tiba mengeluh, “terakhir kali aku menyalinnya di halaman berapa? Sial, ini semua gara-gara Baili Qing Shi!” Wei Xiao Yue akhirnya secara sembarangan membuka halaman, dia masih mencari halaman terakhir yang telah disalinnya, “ini dia.” “Oh? Aku tidak tahu jika akan ada soal di kitab Buddha? Apakah ini semacam latihan untuk menguji iman seseorang?” Wei Xiao Yue berbicara pada dirinya sendiri. Dia membaca lebih dalam, dan melihat-lihat soal-soal yang ada di lembar itu. Hingga pada akhirnya dia tahu penyebab Baili Qing Shi menertawainya. “Xiao Baili! Kau b*****h kecil!” Wei Xiao Yue dirundung emosi. Apa penyababnya? Apalagi kalau bukan karena keteledorannya sendiri. Ya, yang diambil oleh Wei Xiao Yue itu bukanlah kitab Buddha melainkan buku yang berisi ajaran Konfusius. Sampul halaman buku mirip dengan sampul kitab Buddha, dan isi dari bab pertama hingga pertengahan adalah ajaran-ajaran agama, jadi wajar saja Wei Xiao Yue tertipu. Selain itu, dia adalah orang yang jarang membaca sutra Buddha, jadi tidak heran jika dia tidak tahu menahu ajaran Buddha. Benar-benar miris!
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN