Marquis of Jiangnan

2168 Kata
Walaupun Kiasar Li Wei adalah tipikal orang yang keras, namun dia juga bukan orang yang bodoh, yang akan mempercayai ucapan seseorang tanpa bukti. Kaisar Li Wei sejatinya memang sangat berhati-hati jika dia harus menghadapi Wei Xiao Yue. Hal ini bahkan terjadi saat mendiang Jenderal Wei masih hidup. Menyinggung klan Wei hanya akan berbuntut pada situasi yang tidak menguntungkannya. Dan permasalahan korupsi militer ini sudah menjadi masalah yang telah mengakar bahkan sampai saat ini. Hanya saja di masa lalu, Kaisar Li Wei tidak memiliki pilihan lain selain menutup mata. Dia kehilangan Jenderal Perang yang juga dia segani, Wei Xiao Yue, dan di waktu yang bersamaan perang antar suku juga terjadi. Tapi setelah kedatangan Jenderal Wei Xiao Yue, Kaisar Li Wei akhirnya ingat bahwa masalah ini haruslah diselidiki lebih lanjut. Suara baru tiba-tiba terdengar di Aula, itu adalah Liu Qianfan yang mulai membuka mulutnya, “Yang Mulia, hamba memiliki beberapa pendapat yang ingin hamba utarakan juga pada Yang Mulia.” Kaisar Li Wei tentu saja tahu jika Liu Qianfan itu adalah keponakan Permaisurinya. Dia bahkan dicap sebagai keponakan kesayangan Permaisuri Liu Li Shu. Melihat keponakannya dari sisi Permaisurinya ingin berbicara, Kaisar Li Wei sudah tidak sabar, “Menteri Pertahanan silahkan.” Liu Qianfan juga tidak menatap Kaisar saat dia berbicara, ini adalah bentuk aturan dasar untuk menghormati seorang Putra Surga. Liu Qianfan berkata, “apa yang dikatakan oleh Jenderal sekaligus Perdana Menteri Kiri Wei Junior itu benar Yang Mulia. Hamba telah menyelidiki hal ini, dan sebagai Menteri Pertahanan, hamba merasa hamba juga ikut bertanggung jawab. Oleh karena itu hamba ingin mengusulkan agar Yang Mulia Kaisar mulai memberikan kami izin untuk memulai penyelidikan secara resmi.” Kaisar Li Wei tampak menimbang-nimbang ucapan dari Liu Qianfan, dia tidak langsung menerima saran dari Liu Qianfan mentah-mentah, terlebih dahulu Kaisar meminta Perdana Menteri Kanan, Mo Chun, untuk memberikan pendapatnya. “Bagaimana menurutmu Perdana Menteri Kanan?” Tanya Kaisar. Mo Chun sedari tadi sudah kehilangan fokusnya. Semenjak Wei Xiao Yue mengejeknya, hatinya sudah panas dan juga ada pemikiran lain yang sedang berkutat di otaknya. Dia sedikit tersentak saat menjawab, “maafkan hamba Yang Mulia. Hamba sedang memikirkan sesuatu.” “Katakan, apa yang sedang kau pikirkan.” Kata Kaisar Li Wei. “Hamba rasa untuk menyelidiki masalah ini bisa kita lakukan saat kita sudah benar-benar menyelesaikan masalah yang terjadi di Jiangnan. Kondisi rakyat di Jiangnan masih belum stabil semenjak perang yang terjadi di perbatasan.” Mo Chun berpendapat, “memenenangkan hati rakyat Jiangnan adalah yang paling utama.” Wei Xiao Yue tidak menunggu Kaisar Li Wei memberinya kesempatan untuk berbicara, dia segera menyanggah pendapat dari Mo Chun dengan mengatakan, “itu benar. Tapi masalah ini juga tidak kalah pentingnya. Menenangkan hati rakyat Jiangnan bisa dilakukan oleh Departemen Ekonomi. Memberikan subsidi berupa pangan dan sandang adalah hal yang bisa kita lakukan untuk saat ini. Saya benar-benar berpikir bahwa Perdana Menteri Kanan sangat perhatian. Tapi Departemen yang akan bertugas dalam penyelidikan kasus korupsi militer ini bukanlah Departemen Ekonomi melainkan Kementerian Perang dan juga Militer istana. Aku dan Menteri Pertahanan bisa mengambil alih tugas ini.” Orang ini benar-benar pandai dalam berbicara! Dan Mo Chun tentu saja merasakan amarah di hatinya tumbuh semakin besar. Dia menjawab, “aku rasa semua keputusan itu berada di tangan Yang Mulia Kaisar. Mengapa harus terburu-buru? Kenapa kita tidak membiarkan Yang Mulia memutuskannya?” Wei Xiao Yue mengangguk, tapi dia masih belum mau berhenti, “Yang Mulia, hamba berani mengatakan bahwa ini adalah kasus korupsi militer karena hamba melihat sendiri para tentara Kekaisaran meregang nyawa karena buruknya kualitas perlengkapan perang mereka. Sejujurnya ini tidak hanya terjadi tahun ini.” Wei Xiao Yue mengeluarkan beberapa dokumen dari lengan bajunya. Kasim Kaisar segera mengambil dokumen-dokumen itu dan menyerahkannya pada Kaisar Li Wei. Sembari membuka halaman-halaman demi halaman dokumen itu, Wei Xiao Yue juga menjelaskan, “sebelum hamba memutuskan untuk pergi dan meninggalkan jabatan hamba, hamba sudah tahu akan hal ini. Bahkan di dalam dokumen-dokumen yang ditulis dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir itu, penyebab banyaknya prajurit kita yang gugur itu hampir sama. Dan hamba ini telah mengkonfirmasinya. Penyebabnya kebanyakan berasal dari anak panah beracun atau luka tusukan.” Wei Xiao Yue berhenti sejenak, dia memperhatikan ekspresi Kaisar Li Wei yang sedang membawa dokumen. Jenderal Wei Junior kemudian melanjutkan, “alasan kenapa hamba memutuskan untuk meninggalkan jabatan hamba sebagai Jenderal Militer juga ada kaitannya dengan hal ini.” Kaisar Li Wei akhirnya mengangkat wajahnya. Dia bertanya, “apa maksudmu Jenderal?” “Menyelidiki kasus semacam ini dibutuhkan ketelitian dan juga kerahasiaan.” Wei Xiao Yue memiringkan kepalanya sedikit dan tersenyum ketir, “untuk menangkap rusa, kita tidak bisa terburu-buru. Berbaur dan menyamar menjadi semak-semak adalah hal yang paling tepat.” Kaisar Li Wei yang cerdas tentu saja langsung menangkap implikasi dari ucapan Wei Xiao Yue itu. Dia tanpa ragu-ragu bertanya, “lalu apa hasilnya?” “Mohon ampuni hamba-Mu ini Yang Mulia.” Wei Xiao Yue tiba-tiba berlutut, dia masih menangkupkan tangannya saat dia menjawab, “hamba masih memerlukan waktu. Hamba akan melaporkannya pada Yang Mulia jika hamba telah berhasil menemukan Rusa ini.” Pengadilan Kekaisaran ini berlangsung cukup lama dan menegangkan. Bahkan para pejabat-pejabat istana merasakan jantung mereka akan melompat keluar. Bagaimana tidak? Ini adalah hari pertama Jenderal Wei memasuki pengadilan kekaisaran semenjak dia memutuskan untuk menghilang. Dan lihatlah apa yang sudah dia perbuat di hari pertamanya. “Jenderal Wei Su adalah orang yang sama menyeramkannya dengan putranya, dia adalah orang yang tegas.” Yang berbicara itu adalah Wakil Menteri Pendapatan, tuan Song. Dia melanjutkan ucapannya, “tapi putranya jauh melampaui ekspektasiku.” Menteri Ekonomi juga tidak bisa tidak berkomentar saat kakinya masih gemetaran. “Kau benar tuan Song. Ini adalah hari pertamanya, tapi dia sudah memukul telak dan menumbangkan Perdana Menteri Kanan. Dia dianugerahi gelar Marquis of Jiangnan, dia adalah Jenderal Militer dengan separuh kekuatan Militer Tang berada di bawah kendalinya, dan dia juga adalah Perdana Menteri Kiri. Aku dengar gajinya dipotong selama setengah tahun karena insiden Putra Mahkota. Tapi bukankah itu hanyalah sedikit? Dia tidak akan jatuh miskin karena hal ini!” Para pejabat-pejabat istana itu telah membentuk sebuah lingkaran besar untuk bergosip, tapi di sisi lain, Mo Chun, mengalami darah tinggi. Keributan terdengar dari dalam ruangannya. Suara benda-benda jatuh terdengar dari dalam ruangan Mo Chun. “Tuanku, tuan harus tenang. Kita belum kalah.” Itu adalah Su Mo, dia adalah asisten sekaligus pengawal pribadi Mo Chun. “Kita tentu saja tidak akan kalah!” Mo Chun marah-marah, “Wei Xiao Yue itu benar-benar sialan! Kita harus melakukan banyak hal kali ini!” */ Saat semua pejabat Kekaisaran dirundung rasa khawatir, khawatir jika hasil audit nanti mereka akan dinyatakan terlibat dalam korupsi militer, Wei Xiao Yue di sisi lain merasakan ketenangan untuk sesaat. Wajahnya sangat damai ketika dia sedang berjalan menuju ke ruang kerjanya. Dan berita mengenai dirinya yang telah mendapatkan gelar bangsawan sebagai Marquis of Jiangnan telah terdengar di seluruh istana, tak terkecuali di tempat gersang macam pos militer istana. Dari kejauhan, Wei Xiao Yue melihat ada sesuatu yang tidak biasa. Dia juga melihat Ouyang Yuze berlari ke arahnya. Tampak mencurgiakan, Ouyang Yuze yang selalu mengolok-ngoloknya kini tampak bersabahat dan bersikap hormat pada Wei Xiao Yue. “Marquis, silahkan duduk di kursi itu.” Kata Ouyang Yuze. Wei Xiao Yue, “kali ini apalagi?” Itu hanya semacam perayaan kecil atau tidak bisa dikatakan kecil. Para tentara militer yang ada pos militer istana tengah membuat pertujukan untuk merayakan keberhasilan Jenderal mereka. Tidak ada keindahan satu pun di sana, itu hanyalah para tentara yang dengan bersungguh-sungguh menyanyikan sebuah lagu untuk Wei Xiao Yue. Tapi alih-alih terdengar bagus, lagu yang dinyanyikan oleh para tentara itu hanya memekakkan dan merusak suasana hati Wei Xiao Yue. “Cukup! Hentikan.” Wei Xiao Yue merasa bahwa perutnya sakit tanpa alasan. Dia hanya bisa berharap bahwa dia tidak akan bermimpi buruk malam ini. “Terima kasih banyak karena kalian telah membuat hal yang mengerikan ini untukku.” Para tentara tak terkecuali Ouyang Yuze dan Lin Bo terkekeh saat mereka mendengarkan protes Wei Xiao Yue ini. Wei Xiao Yue berkata, “aku akan mengundang kalian lain waktu. Jadi tolong jangan membuat ulah. Jika kalian memiliki waktu senggang, mengapa kalian tidak berlatih saja?!” Para tentara tentu saja langsung berseru dan mengeluarkan “huu” mereka sebagai bentuk protes. Wei Xiao Yue tidak terlalu peduli akan hal ini, dia berbalik untuk kemudian pergi ke ruangannya. Tapi bahkan sebelum dia menginjakkan kakinya untuk melewati ambang pintu, seseorang tiba-tiba datang menyapanya. “Selamat atas gelar barumu Marquis.” Liu Qianfan muncul entah dari mana. Wei Xiao Yue melihat sosok Liu Qianfan, dia tersenyum dan menjawab, “tolong Menteri Pertahanan Liu jangan mengolok-ngolokku. Mari, kita bicara di dalam.” Liu Qianfan masuk ke dalam ruang kerja Wei Xiao Yue dan duduk di sebuah kursi sementara Wei Xiao Yue memanggil Lin Bo untuk menghidangkan teh untuk Liu Qianfan. Tatapan dua orang itu saling bertemu, tapi baik Liu Qianfan maupun Lin Bo sama-sama tidak saling menyapa, seakan-akan mereka tidak saling mengenal. Wei Xiao Yue tersenyum dan secara mengejutkan berkata, “kenapa Marquis Liu tidak menyapanya?” Liu Qianfan tahu bahwa Wei Xiao Yue bukanlah orang bodoh yang akan selalu tertipu. Jelas sekali bahwa Wei Xiao Yue telah mengetahui bahwa dari awal dia telah mengenal Lin Bo. Liu Qianfan tanpa terburu-buru berkata, “maafkan aku karena tidak memberitahu Jenderal sebelumnya. Dia adalah anak yang dibesarkan oleh ayahku. Dia masuk militer atas keinginannya sendiri. Tapi Marquis tidak perlu khawatir, dia bukanlah orang yang akan mengkhianatimu.” Liu Qianfan benar-benar tipikal orang yang akan berbicara terus terang. Bahkan saat kartu truff-nya telah terbuka, tangannya yang memegang kipas lipat samasekali tidak gemetaran. Wei Xiao Yue untuk sesaat sedikit terpukau dengan perangai keponakan Permaisuri Liu Li Shu ini. “Aku tahu,” kata Wei Xiao Yue. Lin Bo akhirnya masuk dengan teko teh yang dibawanya. Pemuda itu tengah menata cangkir dan menuangkan teh ke dalam cangkir porselen. Wei Xiao Yue memperhatikan Lin Bo dan berkata, “dia adalah anak yang baik. Aku samasekali tidak marah padanya. Dia juga adalah orang yang diam-diam menjaga Xiao Baili. Jadi bagaimana mungkin aku bisa marah padanya?” Lin Bo akhirnya sadar bahwa dia adaah orang yang dibicarakan oleh Marquis Liu dan Wei Xiao Yue. Tangannya menjadi gemetaran, tehnya tumpah saat Lin Bo dengan terburu-buru bersujud, “Jenderal, maafkan aku. Aku..,” “Lupakan saja,” kata Wei Xiao Yue. “Jika aku berniat marah padamu, aku pasti sudah akan melakukannya jauh-jauh hari. Di masa depan kau harus lebih terbuka lagi padaku. Kau mengenalku dan aku telah mengenalmu dari muda. Tapi untuk beberapa alasan kau pasti memiliki keluhan tersindiri terhadapku.” Lin Bo segera menjawab, “bawahan ini tidak berani.” “Bangunlah,” Wei Xiao Yue berkata, “Marquis Liu akan memarahiku jika kau terus bersikap seperti ini.” Kedatangan Liu Qianfan ke pos militer istana tentu saja tidak hanya untuk memberikan selamat untuk Wei Xiao Yue. Dia bukanlah tipikal orang yang akan mencari muka ataupun mencari sekutu. Liu Qianfan secara khusus datang untuk membahas persoalan korupsi militer. Dia mungkin akan mulai sering mengadakan pertemuan dengan Wei Xiao Yue kedepannya. Jadi tidak salah untuk memulai persahabatan dan memperbaiki hal-hal yang akan menempatkan keduanya dalam posisi canggung di masa depan. Liu Qianfan mulai mengutarakan isi pemikirannya pada Wei Xiao Yue, “berbicara mengenai Xiao Baili. Aku rasa kita berdua tahu akan hal ini.” Wei Xiao Yue menuangkan teh untuk Liu Qianfan sembari berkata, “mari kita tidak membahasnya di sini Marquis. Marquis tahu sendiri bahwa dinding istana memiliki telinga dan mata.” Tentu saja Liu Qianfan tahu, jadi dia tidak lagi membahas permasalahan adik sepupunya yang kini telah menjadi anak angkat dari Jenderal Wei Junior. Mari kembali ke pembahasan utama. “Aku benar-benar takjub denganmu Jenderal. Berkat kau, Yang Mulia Kaisar akhirnya bersedia memberikan izinnya untuk menyelidiki kasus ini.” Ujar Liu Qianfan. “Tidak perlu mengucapkan terima kasih.” Kata Wei Xiao Yue, “ini adalah tugas kita bersama. Departemen Pendapatan dan Militer istana akan menjadi fokus utama ketika penyelidikan ini di mulai. Bahkan Kementerian Pertahanan yang menjadi tanggung jawabmu juga tidak akan bisa lepas dari ini. Aku, Wei Xiao Yue, sebagai Jenderal Militer benar-benar merasa harus bertanggung jawab.” “Kita berada di posisi yang sama.” Liu Qianfan berpendapat, “seekor kancil yang kita besarkan di hutan milik kita teryata tidak semuanya sama. Ada serigala yang sedang menyamar dan berniat memakan kancil-kancil kita.” Ucapan Liu Qianfan dan Wei Xiao Yue ini memang sedikit sulit untuk dimengerti. Secara harfiah mereka sudah mencium keanehan dan pengkhianatan yang terjadi di devisi yang masing-masing mereka pegang. Baik di Kementerian Pertahanan maupun di Militer, ada pengkhianat yang telah memainkan perannya begitu epik sehingga masalah ini bisa terlewatkan. “Apa rencana Jenderal kedepannya? Mohon Jenderal membimbing aku yang masih kaku ini.” Liu Qianfan merendahkan dirinya. Wei Xiao Yue tertawa terbahak-bahak, “aku bukanlah orang yang cerdik. Mari kita bekerja sama untuk hal ini.” Wei Xiao Yue tiba-tiba merendahkan suaranya, dan Liu Qianfan mendekatkan kepalanya untuk bisa mendengar ucapan Wei Xiao Yue itu. Wei Xiao Yue berkata, “mari kita temukan sarang mereka dulu.”
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN