Anak muda memang suka merajuk. Dan hal ini bahkan terjadi pada seorang Baili Qing Shi yang terhormat. Wei Xiao Yue telah menyadari hal ini, dan dia telah menerka penyababnya. Wei Xiao Yue berpikir bahwa Baili Qing Shi merajuk padanya karena dia telah bersikap terlalu keras tadi.
Tapi bukankah itu bukannya apa-apa?
“Dia seorang putra bangsawan, jadi dia mungkin kaget.” Wei Xiao Yue telah membersihkan dirinya, dia kini sedang duduk di kamarnya, “apa yang harus aku lakukan? Aku tidak pernah memiliki seorang anak sebelumnya. Jika dia masih sekecil dulu, maka memberinya permen pasti akan berguna.”
Wei Xiao Yue menghela napas, dia benar-benar tidak percaya bahwa akan ada suatu masa di masa depan dimana dirinya harus memikirkan bangaimana cara menangani seorang pemuda yang merajuk. Lamunan tidak berguna Wei Xiao Yue akhirnya putus begitu terdengar suara ketukan pintu.
“Siapa?” Tanya Wei Xiao Yue.
“Putramu yang tidak berguna.” Baili Qing Shi mengeraskan suaranya.
Wei Xiao Yue datang untuk membukakan pintu. Dan tatapannya langsung jatuh pada nampan yang dibawa oleh Baili Qing Shi, “kau benar-benar baik. Aku sudah benar-benar kelaparan.”
Baili Qing Shi memberikan ‘tcih’ nya sebelum akhirnya menata piring berisi makanan di atas meja. Dia masih menolak untuk berbicara. Ini tidak seperti biasanya, Baili Qing Shi biasanya juga akan mengoceh dan mengatakan semua yang ada di pemikirannya, tidak peduli apakah itu sebuah hujatan ataukah kata-kata pedas lainnya.
Wei Xiao Yue yang kelaparan tidak mau memperpanjang masalah. Dia menyeruput sup hangat dan berkata setelahnya, “maafkan aku. Aku tidak bermaksud memarahimu. Lagipula, ini semua demi kebaikanmu. Berada terlalu dekat dengan Li Jin benar-benar bukan ide yang bagus.”
Baili Qing Shi tiba-tiba tersenyum, dia menjawab, “syukurlah.”
“Hah? Apakah kau mendengarkan apa yang aku katakan padamu? Jawabanmu benar-benar tidak masuk akal nak.” Kata Wei Xiao Yue.
Baili Qing Shi berbeda dari anak muda lainnya, inilah kesimpulan akhirnya. Dia tidak sedang merajuk pada Yifu-nya, Wei Xiao Yue. Dia hanya ingin menguji apakah tebakannya benar atau salah. Ternyata tebakan dan ketakutannya selama ini salah. Benar kata Wei Xiao Yue, Baili Qing Shi terlalu banyak berpikir. Lalu apa hubungannya.
“Ge, kau tidak dihukum oleh Kaisar kan?” Tanya Baili Qing Shi.
Wei Xiao Yue dengan bangga berkata, “jadi ini yah? Tentu saja tidak. Aku sudah memperkirakan hal ini sebelumnya. Dan juga,”
Wei Xiao Yue terlalu canggung untuk mengakui hal ini, tapi dia masih tetap harus mengatakannya pada Baili Qing Shi. Dia dengan ragu-ragu berkata, “kau benar. Li Jin memang licik. Dia tidak benar-benar sakit. Dia hanya sengaja melakukan itu agar terhindar dari hukuman.”
Keduanya berbicara cukup lama, bahkan hingga malam hampir menyentuh waktu lewat tengah malam. Ada banyak hal yang ingin mereka bicarakan. Tentang bagaimana Wei Xiao Yue yang selamat dari maut saat perang di Jiangnan dulu sampai bagaimana Baili Qing Shi bisa mengetahui identitas Wei Xiao Yue.
“Jadi selama ini kau membodohiku?” Wei Xiao Yue dengan malas mencela, “kau benar-benar licik.”
“Ge, aku tidak bisa mengatakannya padamu karena kau sangat sibuk. Aku juga takut jika kau tidak akan percaya padaku.” Baili Qing Shi meneguk anggurnya sebelum akhirnya berkata, “aku juga masih harus memastikan hal ini. Aku bahkan membakar uang kertas dan dupa untukmu dan Jenderal Wei setiap hari. Jadi apalagi yang bisa aku lakukan?”
Wei Xiao Yue juga menegak anggurnya, “apa?! Kau benar-benar serius akan hal ini?”
Baili Qing Shi menganggukkan kepalanya, “aku akan menunjukkannya pada Gege besok. Aula leluhur itu ada di sisi lain Fu ini.”
Wei Xiao Yue benar-benar merasa takjub dengan ucapan Baili Qing Shi ini. Jadi inilah kebenarannya, di saat dia tengah berperang, di saat pedangnya tengah menusuk jantung musuh, bahkan di saat dirinya menjadi tunawisma Wen Xiao Bo, ternyata tablet papan namanya berserta dupa telah dibakar di suatu tempat. Ini benar-benar jauh dari pemikiran Wei Xiao Yue.
“Jadi selama aku tinggal di Fu ini, dupa di aula leluhur milikmu tidak pernah mati?” Wei Xiao Yue masih menolak untuk percaya.
Baili Qing Shi mengangguk, “en. Bahkan sampai detik ini. Paman Wang mungkin menyalakannya sewaktu aku pergi ke Jiangnan.”
Wei Xiao Yue, “….”
Keduanya akhirnya berhenti membicarakan masa lalu mereka dan mulai membicarakan mengenai masa depan serta rencana mereka. Penyamaran Wei Xiao Yue menjadi seorang tunawisma adalah karena dia ingin menyelidiki kasus korupsi militer sekaligus penyebab kematian ayahnya, Jenderal Wei Su. Dan selama penyamarannya itu, Wei Xiao Yue telah mendapatkan beberapa petunjuk. Salah satu petunjuk besar yang ditemukan oleh Wei Xiao Yue adalah senjata-senjata yang digunakan oleh para tentara Kekaisaran bukanlah senjata terbaru. Melihat besarnya anggaran dana yang dikeluarkan oleh Kas Negara, maka seharusnya kualitas senjata yang dipakai oleh para tentara dan prajurit bisa dikatakan sangat baik. Tapi fakta dilapangan benar-benar jauh dari ekspektasi.
“Penyelidikan yang Gege lakukan sudah membuahkan hasil. Lalu apakah Gege sudah mengetahui lokasi pembuatan senjata rongsokan itu?” Tanya Baili Qing Shi.
Wei Xiao Yue menggelengkan kepalanya, “tidak. Aku masih belum mengetahuinya. Aku akan segera mencarinya. Ngomong-ngomong, apa yang akan kau lakukan sekarang?”
“Apa maksudmu?” Tanya Baili Qing Shi.
“Li Jin telah mengenalmu sebagai putra angkatku dan sebagai Baili Qing Shi. Dan karena jasamu menyelamatkannya, maka mustahil dia akan melupakanmu. Dia mungkin akan membuat keributan agar kau dipanggil ke istana suatu saat nanti.” Benar-benar pendapat yang masuk akal yang bisa dipikirkan oleh Wei Xiao Yue.
“Aku tidak peduli,” kata Baili Qing Shi. “Aku tidak akan memasuki istana apapun yang terjadi. Yang harus aku lakukan sekarang adalah memantau. Ya, memantau. Jika Tang Agung dipimpin oleh Kaisar seperti Li Jin, maka aku tidak bisa menjamin bahwa dinasti kita tidak akan runtuh.”
“Tidak ada yang bisa kita lakukan untuk saat ini.” Wei Xiao Yue berpendapat, “Kaisar juga masih belum terlalu tua. Dia sehat dan bugar, aku yakin dia masih akan menjadi Kaisar setidaknya sampai sepuluh tahun ke depan.”
Mendengar orang yang terikat darah dengannya disebut, Baili Qing Shi terdiam. Dia samasekali tidak pernah melihat bagaimana rupa dari Kaisar Li Wei, jadi bagaimana mungkin dia bisa berpendapat.
Wei Xiao Yue, “Kau sering mondar mandir di kantor pemerintahan yang ada di Luoyang. Kenapa kau tidak mencoba masuk ujian Kekaisaran, siapa tahu jika kau berhasil masuk kau bisa membantu mengubah masa depan negeri ini?”
“Untuk apa aku melakukan itu? Aku memiliki Xiao Ge sekarang. Aku memiliki Gege sekaligus Yifu seorang Jenderal. Kau sangat kaya dan bisa menghidupiku dan juga Xiao Kong.” Baili Qing Shi meregangkan tubuhnya, “masuk dan menjadi pejabat adalah hal yang melelahkan.”
Wei Xiao Yue juga meregangkan tubuhnya, dari tempatnya berdiri dia berkata, “aku tidak akan mendapatkan gaji selama setengah tahun, jadi aku adalah orang miskin. Aku hanya bisa mengandalkan didi-ku sekaligus putraku. Yifu-mu ini miskin nak.”
Baili Qing Shi memulai candaannya, “aku dan Xiao Ge miskin, jadi kita hanya bisa saling mengandalkan . Ah, kita bisa mengandalkan Dashu.”
“Kau benar,” Wei Xiao Yue mengangguk. Dia berkata, “Ouyang Yuze sangat kaya.”
Di pagi hari berikutnya, Baili Qing Shi benar-benar menunjukkan aula leluhur yang telah dibuat khusus olehnya itu pada Wei Xiao Yue. Aula leluhur itu sangat bersih, ada banyak lilin yang mengelilingi tablet papan nama peringatan. Dua tablet terpajang begitu epik, dengan masing-masing nama yang menghiasi papan tablet itu adalah Jenderal Wei Su dan Xiao Ge.
“Karena aku masih hidup dan berdiri dengan sehat, bukankah sudah saatnya kau menyingkirkan tablet papan nama milikku itu?” Kata Wei Xiao Yue.
Baili Qing Shi terkekeh, dia tidak menunggu waktu lama lagi dan langsung mengambil tablet peringatan milik Wei Xiao Yue. Kini hanya ada tablet peringatan milik Jenderal Wei Su.
Wei Xiao Yue sudah berjanji bahwa jika dia kembali dengan selamat dari peperangan, dia akan membakar uang kertas dan membakar dupa untuk ayah dan ibunya. Tapi karena hanya ada tablet peringatan milik ayahnya, Wei Xiao Yue akhirnya dengan pasrah hanya melakukan separuh dari janjinya.
*/
Tiga hari kemudian adalah hari dimana pengadilan Kekaisaran dilaksanakan. Para menteri dan pejabat-pejabat telah berkumpul di Aula Istana Daming. Kehadiran Jenderal Wei Xiao Yue tentu saja sangat mengagetkan. Dia sudah lama sekali tidak muncul, dia menghilang bahkan tanpa diketahui kabarnya. Dan dia tiba-tiba muncul dengan jubah resminya. Selain itu, Wei Xiao Yue juga adalah satu-satunya Jenderal Militer yang juga menjabat sebagai pejabat pemerintahan. Tak tanggung-tanggung posisi yang disandangnya. Dia adalah Perdana Menteri Kiri Kekaisaran.
Pengadilan Kekaisaran adalah hal yang rutin dilakukan. Biasanya akan ada Putra Mahkota yang terlibat guna mempelajari kondisi. Namun karena Li Jin yang bebal itu tengah jatuh sakit, maka dia absen hari itu. Para pejabat istana langsung membungkuk dan memberi hormat begitu Kaisar Li Wei memasuki aula.
“Salam pada Yang Mulia Kaisar!” Para pejabat tentu saja harus melakukan penghormatan dan membungkuk Sembilan puluh derajat saat mereka berteu dengan Kaisar.
Kaisar Li Wei mengangkat tangannya dan berkata, “mari kita langsung mulai saja Pengadilan Kekaisaran. Ada banyak agenda yang harus kita bicarakan kali ini.”
“Perdana Menteri Kiri sekaligus Jenderal Militer Wei Junior, silahkan maju untuk menerima titah dari Yang Mulia Kaisar.” Kasim Kaisar Li Wei tiba-tiba mengeluarkan gulungan dari lengan bajunya.
Semua pejabat istana yang ada di Aula tentu saja terkejut. Wajah yang sama juga ditunjukkan oleh Wei Xiao Yue. Sementara Perdana Menteri Kanan, Mo Chun, yang telah mengantisipasi hal ini hanya bisa menunjukkan senyuman di wajahnya. Ini adalah apa yang dia inginkan, jika bukan pencabutan pangkat maka pasti pemindahan jabatan! Itulah yang telah diprediksi oleh Mo Chun.
Wei Xiao Yue segera berlutut untuk mendengarkan dekrit Kekaisaran. Selanjutnya, kasim Kaisar Li Wei mulai membacakan dekrit Kaisar, “berdasarkan mandat surga, Yang Mulia Kaisar Li Wei pada hari ini, hari ke lima di bulan ke delapan menganugerahkan gelar Marquis of Jiangnan pada Jenderal Militer sekaligus Perdana Menteri Kiri Wei Xiao Yue. Gelar Marquis diberikan atas kontribusi Jenderal Wei Junior dalam menyelamatkan Putra Mahkota Li Jin dan membawa kemenangan atas pasukan militer Tang Agung melawan penjajah. Kepada Jenderal Wei Junior dimohon untuk menerima dekrit ini.”
Wei Xiao Yue tidak bisa tidak terkejut. Dia sampai lupa bersujud dan mengucapkan terimakasih. Barulah setelah dia kembali ke akal sehatnya, Wei Xiao Yue berkata, “subjek ini akan berusaha menjaga gelar yang telah diberikan oleh Yang Mulia Kaisar. Hamba akan terus menjaga negeri ini dan mempertaruhkan nyawa demi Tang Agung.”
Para pejabat istana tidak bisa tidak lebih terkejut dengan isi dekrit Kaisar ini. Bagaimana tidak? Wei Xiao Yue sudah menjadi ancaman sejak dia menjabat sebagai Perdana Menteri Kiri. Dan kini dia malah mendapatkan gelar bangsawan sebagai Marquis? Sebenarnya apa yang telah dilakukan oleh Wei Xiao Yue di kehidupan sebelumnya? Kini menyentuhnya adalah hal yang sangat sulit. Terlebih lagi untuk Perdana Menteri Kanan, Mo Chun. Mo Chun samasekali tidak bisa menyembunyikan wajah gelapnya.
“Karena ini semua telah diputuskan, maka aku hanya bisa berharap banyak padamu Jenderal, ah tidak,” Kaisar Li Wei segera memperbaiki ucapannya, “bagaimana aku harus memanggilmu sekarang? Kau memiliki tiga gelar, yang mana harus aku sebut?”
“Subjek ini tidak pernah mempermasalahkannya Yang Mulia. Silahkan Yang Mulia pilih sesuai dengan keinginan Yang Mulia.” Jawab Wei Xiao Yue tanpa mengangkat wajahnya untuk melihat Kaisar.
Kaisar Li Wei tertawa terbahak-bahak, “baiklah. Aku hanya akan menyesuaikannya.”
Seperti terbakar, Mo Chun merasakan api tumbuh semakin besar di hatinya saat Wei Xiao Yue berjalan melewatinya. Wei Xiao Yue yang jahil tentu saja tidak sekedar berjalan, dia tidak mungkin melewatkan kesempatan ini untuk tidak memprovokasi Mo Chun. Dengan senyuman di wajahnya yang tampan, Wei Xiao Yue mengedipkan matanya ketika dia bertukar pandang dengan Mo Chun.
Mo Chun hanya bisa mengutuk di dalam hatinya, “sialan!”
“Agenda pertama dan yang paling utama yang ingin aku bahas adalah perihal menurunnya kemampuan para tentara militer istana.” Kaisar Li Wei, “Jenderal Wei Junior, bisakah kau menjelaskan penyebab dari semua ini.”
Wei Xiao Yue menangkupkan kedua tangannya ketika dia menjawab, “untuk menjawab Yang Mulia Kaisar. Kemampuan bela diri para tentara militer istana telah diasah sejak mereka memilih untuk bergabung menjadi tentara. Dan karena hal ini pulalah, hamba tidak bisa meragukannya. Tapi seberapa kuat mereka, mereka tetaplah manusia yang terbuat dari daging dan darah. Mereka akan mati jika mereka tidak mendapatkan perlindungan dari luar.”
Wei Xiao Yue tanpa terburu-buru melanjutkan ucapannya, “masalah ini sama dengan masalah yang pernah hamba singgung sebelumnya.”
Kaisar Li Wei, “Maksudmu…”
“Itu benar Yang Mulia,” Wei Xiao Yue menjawab. “masalahnya tidak ada pada para tentara, namun persenjataan seperti pedang, armor, dan juga tameng pelindung, itulah letak kelemahan pasukan kita. Pasukan Dong Yang nampaknya sudah tahu akan hal ini, dan itulah mengapa mereka berani untuk menyerang kita.”