Setelah para pekerja kasar itu menyelesaikan makan mereka, mereka langsung dipanggil oleh ketua kelompok dan diarahkan untuk segera meninggalkan desa Bai Yue Pan. Ya, nama desa itu adalah Bai Yue Pan, sebuah desa kecil yang terletak di sebuah distrik terpencil di provinsi Longyu.
Tidak hanya diarahkan secara langsung, para pekerja kasar, termasuk Baili Qing Shi dan Wei Xiao Yue juga dipastikan keluar dan tidak lagi kembali ke desa Bai Yue Pan.
Apa maksudnya?
Mulanya mereka diantar keluar dari desa Bai Yue Pan, tapi perjalanan itu tidak pernah sampai ke pusat kota Longyu. Saat melewati hutan bambu, para pekerja kasar itu mendapatkan serangan tiba-tiba dari orang-orang bertopeng. Baili Qing Shi dan Wei Xiao Yue sudah mengantisipasi hal ini. Itulah mengapa mereka tidak langsung menjalankan misi mereka sendiri dan lebih memilih ikut bersama para pekerja kasar lainnya.
“Yifu!” Baili Qing Shi masih mencoba untuk tenang, dia bahkan tidak mengeluarkan senjata apapun saat ini.
“Inilah rencana mereka sejak awal.” Wei Xiao Yue menggertakkan gigi, dia mulai menggapai sesuatu di pinggangnya.
Para pekerja kasar dari Departemen Pendapatan memang selalu akan direkrut setiap tahunnya. Tidak akan ada pekerja kasar pengangkut senjata aus yang sama setiap tahunnya. Jadi inilah alasannya. Begitu mereka telah selesai melaksanakan tugas mereka dan mendapatkan upah, mereka akan digiring keluar dari desa Bai Yue Pan. Lebih tepatnya digiring menuju ke alam bawah! Alam kematian!
“Kalian telah bekerja keras, jadi sudah saatnya kita berpisah.” Kata salah satu pemimpin kelompok yang juga tergabung ke dalam rombongan.
Para pekerja kasar itu kebanyakan adalah orang-orang lemah, yang bekerja hanya demi beberapa koin saja. Mereka tidak memiliki ilmu bela diri atau pun senjata yang layak untuk mempertahankan nyawa kecil mereka. Menempuh jarak ratusan li selama dua hari hanya demi mencari sedikit uang untuk menghidupi keluarga mereka yang tengah menunggu mereka di Luoyang. Benar-benar nasib yang menyedihkan. Jika mereka tidak kembali ke Luoyang hidup-hidup, lalu apa yang akan dimakan oleh keluarga mereka nantinya?
“Semuanya tetap tenang, merapat ke belakangku!” Teriak Wei Xiao Yue.
Para pekerja kasar yang tidak banyak memiliki pilihan itu langsung bergerak dan bersembunyi di belakang Wei Xiao Yue dan Baili Qing Shi. Dan dengan kecepatan yang tak terlihat, Wei Xiao Yue mengeluarkan sebuah pedang tipis yang telah melilit pingganya selama ini. Dia berbisik pada Baili Qing Shi, “di mana Xiao Baili?”
“Aku di sini Yifu.” Kata Baili Qing Shi.
“Bukan kau, maksudku pedangmu. Apa kau tidak membawanya?” Nama pedang Baili Qing Shi adalah Xiao Baili. Namun karakter Xiao yang terukir di pedang itu bukanlah karate ‘Xiao’ yang digunakan pada nama Baili Qing Shi melainkan karakter yang digunakan pada nama Wei Xiao Yue. Dan karena penyebutan yang hampir sama, Baili Qing Shi menjadi sedikit kebingungan.
Baili Qing Shi menjawab, “pedang itu besar, bagaimana mungkin aku membawanya?”
“Jadi kau tidak memiliki benda apapun sekarang?” Wei Xiao Yue masih tertarik untuk berdiskusi tentang hal ini.
Baili Qing Shi terkekeh saat dia tiba-tiba mengeluarkan sesuatu dari dalam lengan bajunya, “aku memiliki ini.”
Itu adalah sebuah kipas dan bukannya alat untuk bertarung. Tapi entah mengapa saat Wei Xiao Yue melihat benda itu, kemarahannya tiba-tiba menyulut. Dia berteriak tepat di samping telinga Baili Qing Shi, “kau mencurinya dari meja kerjaku?!”
Ya, itu bukanlah kipas biasa. Kipas itu adalah kipas milik Wei Xiao Yue yang pernah dia dapatkan dari seorang teman dari negeri asing. Gagang kipas lipat itu tidak terbuat dari kayu melainkan dari tulang gajah. Tulang gajah yang diukir dan dipoles sehingga bentuknya akan indah dan teksturnya halus. Lebih dari pada itu, kipas yang dengan lukisan pegununhan bersalju itu bukanlah kipas yang hanya bisa digunakan untuk membuat rasa gerahmu menghilang. Selain untuk mendukung penampilan orang yang memakainya, kipas itu juga memiliki pisau-pisau kecil di bagian ujungnya. Walaupun tipis dan nyaris tak terlihat, tapi pisau itu bisa memutuskan urat kehidupan orang yang terkena.
“Apakah memakai barang milik Yifu kita sendiri bisa dikatakan sebagai tindakan illegal?” Baili Qing Shi dengan anggun membuka kipas lipat itu. Wajahnya yang tampan benar-benar menunjukkan ekspresi yang menyebalkan.
Lupakan soal memarahi Baili Qing Shi, para pembunuh itu sudah maju untuk menyerang!
Wei Xiao Yue mengambil celah dan segera menepis pedang pembunuh itu dari leher salah satu pekerja kasar. Sembari melakukan pertarungan sengit, Wei Xiao Yue berteriak, “jangan menjauh dari kami. Aku dan bocah itu akan melindungi kalian!”
Ada sekitar sepuluh orang pembunuh yang sengaja disewa, sementara dari empat puluh pekerja kasar yang ada, hanya dua yang pandai berkelahi. Jadi mau tidak mau, baik Baili Qing Shi maupun Wei Xiao Yue harus bekerja ekstra kali ini.
Baili Qing Shi masih tersenyum dan bersikap santai saat dia di waktu yang bersamaan menendang dua orang pembunuh yang berniat menusuknya. Baili Qing Shi tampak kurus, itulah mungkin sebabnya dia terlihat seringan kapas saat dia melakukan gerakan kungfu-nya. Setelah menendang, Baili Qing Shi yang masih terlihat tenang, dengan anggun mengibaskan kipas tulang milik Yifu-nya itu ke arah pembunuh dan dalam sekejap, dua pembunuh berhasil diatasi.
“Yifu, ini benar-benar hebat!” Teriak Baili Qing Shi.
Para pembunuh itu mungkin mengira bahwa itu hanyalah kipas biasa, kipas yang biasanya digunakan oleh para tuan muda untuk mempercantik penampilan mereka, tapi siapa yang menyangka, bahwa tebasan dari kipas itu mampu memotong urat kehidupan mereka?
Wei Xiao Yue di sisi lain, dia bergerak sangat halus. Pedangnya sangat ringan dan elastis, itu tidak seberat pedang yang biasa dia gunakan. Hal ini tentu saja memudahkannya untuk menusuk beberapa orang yang berniat membunuhnya itu.
Dari sepuluh pembunuh, sudah ada sekiitar lima sampai enam orang yang tumbang. Kini hanya ada beberapa lagi. Pimpinan kelompok itu sudah kalang kabut, dia berniat kabur bersama para pembunuh yang tersisa, tapi Wei Xiao Yue tidak akan membiarkannya lari.
“Bantu para pekerja kasar itu, pastikan mereka kembali ke Luoyang.” Wei Xiao Yue memberi perintah pada Baili Qing Shi. Dia kemudian menghilang ke gelapan untuk mengejar para pembunuh yang tersisa dan ketua kelompok.
Baili Qing Shi tentu saja tidak bisa mengikuti perintah dari Wei Xiao Yue. Walaupun Wei Xiao Yue mahir berkelahi, tapi jika dia sendirian dengan kondisi tubuhnya yang masih belum sepenuhnya membaik, maka itu pasti tidak akan baik.
Jadi Baili Qing Shi hanya bisa berkata pada para pekerja kasar itu, “kalian hanya perlu menunggu di sini. Aku akan menyalakan suar bahaya dan bantuan akan segera datang!”
Lin Bo telah membekali Baili Qing Shi dengan banyak hal. Mulai dari jarum perak untuk pengobatan sampai ke suar bahaya yang harus dia gunakan ketika dia berada dalam situasi genting. Maka dengan itu, Baili Qing Shi mulai melepaskan suar peringatan ke arah langit. Dalam beberapa detik, suar itu menyala layaknya kembang api.
Baili Qing Shi tidak lagi membuang-buang waktunya. Dia segera berlari ke arah Wei Xiao Yue menghilang.
Suar peringatan yang menyala di atas langit malam itu langsung dilihat oleh Ouyang Yuze. Dan karena Lin Bo adalah tentara militer istana, pastilah jenis suar peringatan yang diberikannya pada Baili Qing Shi sama dengan suar peringatan yang dipegang oleh Wei Xiao Yue. Itulah mengapa Ouyang Yuze mengalami kesalahpahaman untuk kedua kalinya.
“Jenderal ada di arah barat! Cepat!” Ouyang Yuze mencambuk p****t kudanya dan dalam sekajap, kuda itu langsung berlari dengan kecepatan penuh.
Dalam waktu dua dupa, Ouyang Yuze akhirnya sampai di tempat suar dinyalakan. Tapi tentu saja yang ditemuinya bukanlah Jenderal Wei Junior melainkan tiga puluh delapan pekerja kasar dari Departemen Pendapatan.
“Apa yang terjadi? Di mana orang yang menyalakan suar itu?” Ouyang Yuze dengan terburu-buru bertanya tanpa turun dari atas kudanya.
“Tuan muda itu berlari ke sana. Ada dua orang pria yang menyelamatkan kami.” Jawab salah seorang pekerja kasar.
Setelah mendengar jawaban itu, Ouyang Yuze akhirnya tahu bahwa Wei Xiao Yue telah bertemu dengan Baili Qing Shi. Jantungnya yang menegang kini sudah sedikit mengendur, setidaknya pasangan ayah dan anak angkat paling tidak masuk akal itu sudah bersama.
Wakil Jenderal Ouyang Yuze, “Chen Yang!”
“Ya, Wakil Jenderal?!” Salah seorang tentara bernama Chen Yang itu segera muncul di depan Ouyang Yuze, siap untuk menerima perintah.
“Kau, perintahkan dua orang tentara untuk membawa orang-orang ini dan pastikan mereka kembali ke Luoyang dalam keadaan selamat.” Ouyang Yuze berkata, “aku akan pergi menyusul Jenderal Wei.”
Chen Yang tidak berani untuk mengulur waktu lagi. Dia langsung bergegas melaksanakan perintah dari Wakil Jenderal Ouyang. Dan Ouyang Yuze bersama sisa tentara langsung memacu kuda mereka untuk mencari keberadaan Wei Xiao Yue dan Baili Qing Shi.
Wei Xiao Yue dengan susah payah masih berlari mengejar para pembunuh itu. Jika saja kondisinya berada pada titik bugar, maka dia pasti sudah bisa menangkap para b*****h sialan itu. Tapi karena kondisi tubuhnya mulai melemah, dia hanya bisa puas menerima ketertinggalannya. Dan Baili Qing Shi yang berlari dengan kekuatan penuh, mampu mengejar Yifu-nya. Sangat mudah untuk menemukan Wei Xiao Yue yang berlari duluan. Wei Xiao Yue yang penuh dengan trik tentu saja akan meninggalkan pola agar dirinya mudah untuk ditemukan.
“Yifu, kau bisa berhenti. Aku akan mengejarnya.” Baili Qing Shi berhenti sejenak, dia berkata, “Dashu akan segera tiba.”
Wei Xiao Yue nyaris kehabisan napas karena berlari, dia tidak memiliki pilihan lain selain berhenti. Tapi dia juga tidak ingin jika Baili Qing Shi pergi menantang bahaya sendiri. Wei Xiao Yue masih terengah-engah saat dia berkata, “tunggu, tunggu Ouyang Yuze, barulah kita..”
Baili Qing Shi tidak memiliki waktu untuk mendengarkan nasihat Yifu-nya. Dia dengan tergesa-gesa mengambil pedang milik Wei Xiao Yue dan berlari untuk mengejar pembunuh itu. Suara Wei Xiao Yue semakin samar saat pemuda itu berteriak, “aku pinjam pedangmu Yifu!”
Wei Xiao Yue menggunakan sisa-sisa kekuatanya untuk berteriak, “Xiao Baili kembali. Kalau tidak, aku akan mengulitimu!!”
Tidak ada artinya, teriakan itu sama sekali tidak akan membuat Baili Qing Shi yang menggila kembali pada Wei Xiao Yue. Pemuda itu sudah berlari jauh.
Dan tak lama berselang, pasukan berkuda Wakil Jenderal Ouyang tiba. Mereka melihat Jenderal Wei Xiao Yue yang duduk di bawah pohon dengan sinar bulan yang menyinarinya. Ouyang Yuze langsung melompat dari kudanya, “apa yang terjadi? Xiao Yue?! Apa kau baik-baik saja? Di mana Putra…di mana Xiao Baili?”
Wei Xiao Yue menunjuk ke sebuah arah di mana Baili Qing Shi menghilang, dia batuk selama beberapa kali dan berkata, “cepat, cepat ikuti anak nakal itu!”
Ouyang Yuze mengangguk dan mengiyakan perminataan dari Wei Xiao Yue, tapi sebelum itu Ouyang Yuze kembali menyuruh dua orang tentaranya untuk membawa Wei Xiao Yue ke sebuah penginapan untuk beristirahat. Walaupun ada penolakan, tapi Wei Xiao Yue yang nyaris pingsan itu tetap harus mengikuti kemauan sahabatnya.
“Aku tidak peduli jika kau akan menghukumku nanti karena aku sudah melanggar batas hirarki status jabatan kita.” Ouyang Yuze memberikan kata-kata mutiaranya, “aku akan pergi mencari putramu, jadi kau harus menurut padaku. Jangan melakukan sesuatu yang bodoh.”
Baili Qing Shi hanya perlu meningkatkan kecepatannya dalam berlari sebelum akhirnya bisa mengejar para pembunuh bayaran itu. Untuk mengikis jarak, Baili Qing Shi pergi ke jalur lain. Dia bergelantungan di pohon seperti monyet sebelum akhirnya melemparkan kipas tulang Wei Xiao Yue ke salah satu pembunuh itu.
Muncratt…
Pembunuh yang terkena kipas itu mati di tempat. Kipas tulang yang dilemparkan oleh Baili Qing Shi tepat sasaran dan memutuskan urat kehidupan salah satu pembunuh. Yang lebih membuat Baili Qing Shi mencintai senjata milik Yifu-nya itu adalah kelebihan baru dari kipas tulang yang sebelumnya belum dia ketahui.
“Ini benar-benar hebat, kipas ini kembali lagi padaku setelah aku melemparkannya.” Kata Baili Qing Shi kegirangan.
Itu benar, kipas itu mirip seperti boomerang. Jika sang pelempar melemparkannya ke sasaran, maka dengan sendirinya kipas itu akan kembali ke pelempar. Ini benar-benar yang dinamakan dengan kemajuan!
Hal seperti ini bukanlah hal yang aneh bagi seorang Wei Xiao Yue. Dia adalah manusia paling maju di antara manusia yang hidup di Tang. Wind slasher dan armor ringan adalah dua contoh paling mencolok dari tingginya beradapan yang dimiliki oleh Wei Xiao Yue.
“Yifu memiliki barang-barang hebat.” Baili Qing Shi masih berada di atas pohon, dia bahkan lupa untuk mengejar pembunuh-pembunuh itu. Dia bergumam, “pedang ini juga sangat berbeda. Ringan dan elastis.”
Ingin terus mencoba kipas tulang itu, sekali lagi, Baili Qing Shi melemparkan kipas itu ke arah pembunuh yang lain. Kali ini dia tidak berniat membunuh, dia hanya ingin pembunuh itu berhenti berlari. Maka dengan bidikan sempurna, Baili Qing Shi berhasil mengiris betis salah satu pembunuh. Alhasil pembunuh itu tersungkur dan berakhir dengan mencium tanah Tang Agung.
“Baiklah, waktunya bermain-main telah berakhir.” Baili Qing Shi turun dari pohon. Dan para pembunuh itu juga tidak berniat kabur lagi. Mungkin mereka sudah lelah. Tapi kabur nampaknya jauh lebih baik.
“Tidak!!” Teriakan Baili Qing Shi ini meggema di udara malam saat dua orang yang tersisa memasukkan sebuah pil ke dalam mulut mereka. Itu adalah racun, mereka bunuh diri!