Bab 23

1121 Kata

“Tante?” gumamnya lirih, nyaris tak bersuara. Wajahnya membeku oleh keterkejutan yang tak sempat ia siapkan. Nyonya Maudy menoleh dengan gerakan gemetar. Wajahnya pucat, napasnya terengah. Matanya penuh ketakutan seperti seseorang yang baru saja tertangkap basah membawa rahasia besar. “Jangan sakiti Tante…” ucapnya pelan, suaranya bergetar, lebih menyerupai permohonan daripada kalimat utuh. Regantara meraih tangan Nyonya Ma dengan gerakan pelan, nyaris ragu. Seolah takut sentuhan itu justru akan memecahkannya. “Tante… ini aku,” ucapnya lembut, menekan getar di dadanya agar tak sampai ke suara. Namun Nyonya Ma tetap menunduk. Ia menghindari tatapan Regantara. Bahunya bergetar halus. Napasnya pendek-pendek seperti orang yang baru lolos dari mimpi buruk yang terlalu nyata. “Tante, in

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN