Bab 13. Ide Sinting Regantara

1193 Kata

Sesuatu bergerak pelan dari dalam kantong mayat itu. Gerakan kecil… tapi cukup untuk membuat jantung Laura menghantam rusuknya. Napasnya tersengal. Refleks, ia menutup mulut sendiri dengan kedua tangan—rapat—seakan suaranya bisa membelah ruangan dan memanggil Aris dalam sekejap. “Aku harus berani…” bisiknya pada diri sendiri, sangat pelan, nyaris hanya getaran di tenggorokan. Meski seluruh tubuhnya gemetar, langkah Laura kembali mendekat. Ia berjongkok di samping kantong itu, jemarinya gemetar saat meraih resleting yang dinginnya menusuk ujung kuku. Dengan mata setengah terpejam, ia menariknya—perlahan, seakan takut suara resleting pun bisa membunuhnya. Dan di balik kantung itu… Seorang perempuan paruh baya terbaring lemas. Mulut dan mata tertutup kain hitam. Tangan, kaki, hingg

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN