Roby terhenti, tubuhnya membeku di tengah gerakan saat suara pintu yang terbuka memecah keheningan. “Bentar, La. Kayaknya ada yang masuk,” ucapnya. Nada bicaranya bercampur antara kaget dan sedikit kesal. Di bawahnya, Lala mendongak, rambut pirangnya yang berantakan menambah kesan sensual yang memang sengaja ia pancarkan. Mata kucingnya menyipit, menatap Roby dengan tatapan menuntut. “Ck, nggak usah alasan. Gue udah bayar lo ya. Buruan puasin gue,” sahutnya, suaranya serak dan penuh perintah. Di balik pintu yang terbuka sedikit, Regantara berdiri mematung. Kata-kata Lala menghantamnya seperti gelombang dingin, membuatnya tersadar akan realita sahabatnya yang pahit. "Ternyata dia hobby open BO," gumamnya lirih, nyaris tak terdengar. Dengan langkah gontai, Regantara berbalik, meni

