“Haha … mana mungkin kami akan melepaskan kamu, cantik. Kita bersenang-senang sebentar ya!” ucap Roni sambil tangannya mengelus wajah Ana yang sudah basah oleh air mata. Meskipun perempuan malang itu memalingkan wajahnya untuk menghindari sentuhan, tapi itu malah membuat Jeki murka. Pria itu langsung menampar keras pipi Ana hingga membuat wajah perempuan itu menoleh dan kemudian ia pun tak sadarkan diri. “Jek, dia pingsan!” ucap Cungkring dengan panik. “Seret aja!” balas Jeki dengan tanpa merasa bersalah setelah menampar keras wajah Ana. Kemudian tubuh Ana dibopong oleh dua orang, sedangkan tiga orang yang lainnya berjalan di sekitarnya. Meskipun mereka berbuat kasar di pinggir jalan, tetap saja tidak ada yang berani menegurnya. Di samping memang jalanan dalam kondisi sepi, orang-

