Persembunyian

1233 Kata

Setelah berada di dalam kamar, Dewa segera merebahkan tubuh kurus Ana dengan hati-hati di atas ranjang yang beralaskan sprei berwarna putih tulang. Untuk sesaat pria itu menatap wajah yang beberapa bagian terdapat luka yang sudah terlihat mengering sambil merapikan rambut Ana yang menutupi sebagian wajah pucat itu. Lagi-lagi Dewa kembali menghembuskan napas panjangnya sambil mengeraskan rahangnya hingga terdengar suara gigi yang saling beradu. Entah apa yang akan terjadi pada perempuan itu jika dia tidak lewat di jalan tersebut. Dewa mengambil ponselnya di dalam saku celana. Kemudian ia menghubungi sahabatnya yang berprofesi sebagai dokter. “Ngapain aja, lo? Lama banget jawab telepon gue,” ucap Dewa tanpa basa basi ketika panggilannya sudah dijawab oleh seseorang. “(……..)” “Cepet

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN