Weni dan Lexa membelalakkan matanya. Di dalam benak kedua perempuan itu tampak sibuk dengan pemikirannya masing-masing. “Reihan Pangestu? Kapan dia datang dari luar negeri?” batin Weni bertanya-tanya. “Apa? pria tampan itu suami Ana? Bagaimana bisa Mas Dewa menyukai istri orang?” tanya Lexa di dalam hati. Weni sangat terkejut karena yang dia tahu Reihan sudah bercerai dengan Ana dan pria itu juga pergi ke Jerman untuk mengembangkan usahanya. Namun, apa yang baru saja dikatakan oleh pria itu membuatnya sangat terkejut. Ternyata selama ini putranya mencintai istri dari sahabatnya sendiri. “Nggak …! Ini nggak mungkin. Perempuan ini nggak boleh bersanding dengan pria yang lebih tampan dari Mas Dewa. Apalagi yang dikenakan pria itu semuanya terlihat ber-merk,” batin Lexa lagi. Tiba-ti

