Sebuah Kebersamaan

1217 Kata

Ketika Dewa sudah mampu menggerakkan seluruh tubuhnya, ia pun berlari mendekati dua perempuan yang berbeda usia yang saat ini sedang berdiri di depannya. “Mama …!” bentak Dewa. Weni dan Lexa secara bersamaan menolehkan kepalanya dan terbelalak ketika melihat Dewa sudah mendekatinya dengan langkah yang terburu-buru. Bahkan, para pelanggan yang sudah kembali ke tempatnya masing-masing kembali menoleh karena kerasnya suara Dewa. “Apa yang sudah Mama lakukan pada Ana? Apa Mama nggak sadar sudah mempermalukannya di depan umum? Bagaimana kalau Ines yang berada di posisi Ana? Apa Mama masih punya otak, siapa keluarga Ana? Apa Mama sudah tau siapa Kak Daniel, Kakak laki-laki Ana sekaligus CEO Himalaya & Co?” tutur Dewa dengan wajah yang sudah merah padam karena sedang menahan emosinya. Dia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN