Tanpa Ana ketahui jika sejak tadi sebenarnya emosi Reihan sudah bergemuruh. Namun, dengan sekuat tenaga dia menahannya karena tidak ingin membuat wanitanya ketakutan. Sudah cukup perempuan itu mendapatkan kekerasan darinya dulu dan kini siapa pun tidak ada yang boleh bersikap kasar kepada perempuan itu. “Kalian tunggu saja hukuman dariku,” batin Reihan. Dia tidak pernah menduga jika mantan sahabatnya ternyata sepengecut itu. Sewaktu dia mendapatkan laporan dari orang suruhannya ketika Ana mendapatkan perlakuan dengan tidak baik di rumah dan di rumah sakit, dia sudah berusaha menahan amarahnya. Namun, tadi dia melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana Weni dan Lexa mempermalukan Ana di tempat umum. Entah apa yang akan terjadi jika dia tidak segera datang setelah mendapatkan lapora

