Dewa sangat terkejut karena ada tangan yang tiba-tiba melingkar di perutnya. Seketika ia menghentikan pukulan yang hendak ia daratkan kembali ke rahang mantan sahabatnya. Dengan perlahan ia menurunkan tangannya yang terkepal dan sudah menggantung di udara. “Aku mohon, Mas! Hiks … hiks,” ucap Ana sambil terisak. Sesungguhnya Ana merasa ketakutan ketika melihat Dewa yang sudah diselimuti emosi. Pria yang selalu memberikan tatapan teduh itu tampak mengerikan ketika sedang dilanda amarah. Perempuan itu memang sangat takut dan gemetaran ketika melihat orang yang sedang marah. Reihan benar-benar telah merubah sebagian besar hidupnya. Berbeda dengan Reihan. Tubuh atletis pria itu seketika menegang begitu mendengar suara lembut yang begitu familiar di pendengarannya. Tatapannya juga langsung

