Setelah pertemuannya dengan Ana, Reihan tampak semakin fokus dengan rencananya. Dia termenung sejenak sebelum akhirnya membuka suaranya kepada Aji. “Kita eksekusi sekarang!” pinta Reihan dengan tiba-tiba. “Baik, Pak!” jawab Aji. Setelah Aji meninggalkan ruangannya, Reihan langsung mengetikkan sesuatu di ponselnya sambil tersenyum smirk. CEO muda itu ingin rencananya segera berjalan sesuai dengan yang diinginkannya. Karena dengan semakin cepatnya semua rencananya terlaksana, maka dia bisa segera menjemput sang istri untuk kembali pulang. Dua jam kemudian Reihan sedang meeting untuk membahas sesuatu yang sangat penting. Sudah tiga puluh menit meeting berlangsung dan sekarang tiba giliran sang CEO untuk menyampaikan apa yang ingin dia sampaikan. “Selamat siang semuanya. Saya hanya a

