Lily sedang mencium bibir Reihan, tapi pria itu diam tak membalasnya. Perempuan itu tampak kecewa karena kekasihnya tidak membalas ciumannya. “Sayang, aku menginginkanmu!” desah Lily menggoda sambil menyentuh bagian tubuh Reihan yang paling sensitif. Perempuan itu sangat paham di mana titik kelemahan kekasihnya. Apalagi jika dia menempelkan tubuhnya ke tubuh tegap Reihan, tentu saja membuat pria itu semakin mabuk kepayang. “Maaf, tapi aku sedang lelah,” tolak Reihan dengan halus karena tidak ingin kekasihnya tersinggung dengan penolakannya. Lily pun langsung terkesiap. Bagaimana bisa Reihan tidak b*******h dengan sentuhannya. Dia benar-benar tidak pernah menduga jika sentuhannya kali ini tidak berhasil memancing hasratt kekasihnya. Lily pun terlihat kesal. Harga dirinya seperti

