Lily yang menyaksikan Tita tersungkur tak sadarkan diri tampak terlihat ketakutan. Perempuan itu tidak tahu apakah perempuan paruh baya itu masih hidup atau sudah meninggal. Ia pun lantas segera berlari masuk ke dalam kamarnya setelah menolehkan kepalanya ke kiri dan ke kanan untuk memastikan jika tidak ada yang menyaksikan perbuatannya. Setelah beberapa menit kemudian, Ana berjalan memasuki rumah sambil membawa kantong belanjaan di kedua tangannya. Betapa terkejutnya dia ketika melihat mertuanya sudah tergeletak dengan kepala yang sudah dipenuhi darah. “Mama …!” pekik Ana dengan panik. Tanpa berpikir panjang, wanita itu segera membawa sang mertua ke rumah sakit terdekat dengan diantar oleh sopir. Tita adalah wanita yang sangat baik, dia menyayangi Ana seperti putrinya sendiri. Sej

