Amarah Yang Meluap

1116 Kata

Reihan akhirnya memutuskan untuk segera pulang. Hatinya bergemuruh dan dia merasa tidak tenang. Tanpa mengenakan sabuk pengaman, pria itu menginjak pedal gas dalam-dalam hingga mobilnya melaju dengan kencang. Pria itu mengemudi seperti orang kesetanan. “Awas kamu, Sialann! Tunggu hukuman yang nggak akan pernah kamu lupakan seumur hidupmu,” ucap Reihan sambil tersenyum smirk. Beberapa menit kemudian mobilnya sudah memasuki halaman rumah. Setelah memarkirkannya dengan asal, ia pun bergegas memasuki rumah dan membuka pintu dengan kasar hingga membuat orang yang ada di dalam berjengkit kaget. “Sayang, tumben pulang cepat? Kenapa kamu terlihat kusut begini?” tanya Lily dengan raut wajah yang terlihat khawatir sambil tangannya menyentuh lengan atas Reihan. Ya … penampilan Reihan mem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN