Ana memang telah memaafkan Reihan, tapi untuk kembali bersama dengan pria itu sepertinya dia masih ragu karena masa lalunya yang pahit masih membayanginya. Padahal perasaan cintanya untuk pria itu masih tetap utuh tersimpan di dalam hatinya. “Maafin aku, Mas. Entah kenapa hatiku masih terasa berat untuk kembali bersama karena aku nggak ingin merasakan kesakitan lagi. Selama ini aku sudah cukup nggak dianggap. Jadi tolong beri aku waktu untuk menentukan nasibku sendiri,” tutur Ana dengan lembut kepada Reihan. Reihan pun langsung menggeleng-gelengkan kepalanya. Pria itu seperti tidak ingin mendengar penolakan dari perempuan yang ada di hadapannya. Selama ini istrinya tidak pernah membantah ucapannya. Namun, kali ini perempuan itu dengan terang-terangan menyampaikan penolakannya. Mengin

