"Dev … aku mohon, kita harus kembali," ucap Elaine memelas. Wanita itu menatap Devan lekat. Ke mana lelaki itu akan membawanya? Sejak tadi, Devan hanya diam. Lelaki itu tak berbicara sama sekali. Memilih mengabaikan Elaine dan fokus melajukan mobilnya. Dia menekan kuat pedal gas, agar bisa segera sampai di tempat tujuannya. Embusan napas pelan terdengar dari bibir Elaine. Dia merasa lelah dengan sikap Devan. Memikirkan segala hal yang baru saja terjadi, membuat kepalanya menjadi pusing sekarang. Elaine mulai menyandarkan tubuhnya, tangannya bersedekap dengan mata yang terpejam. Entahlah, dia sudah tidak peduli lagi ke mana Devan akan membawanya. Perjalanan dua jam tersebut ditempuh dengan cepat. Karena ini hari kerja, jalanan puncak Bogor terlihat senggang. Devan merasa lega, karena

