"Cukup, Mommy benar-benar sangat keterlaluan! Dari mana Mommy tahu berita busuk seperti ini. Jangan mudah percaya karena bualan palsu!" bentak Devan pada ibunya. Dia sudah tidak tahan lagi mendengar ucapan wanita paruh baya yang telah melahirkannya tersebut. Lelaki itu berdiri, mulai bergerak untuk mendekati Elaine. Tapi lagi-lagi ibunya menahan dirinya. "Devan," geram Rania dengan suara yang begitu rendah. Sedangkan Elaine sudah tidak sanggup berkata apa-apa lagi. Baru kali ini dia mendapatkan penghinaan seperti ini. Wanita itu menatap Devan dan Rania dengan lekat, sebelum akhirnya berbalik pergi sambil mengusap pipinya dengan kasar. "Elaine, tunggu!" teriak Devan panik melihat kekasihnya keluar dari ruangannya. "Tetap di tempatmu, Devan. Jangan kejar dia atau Mommy akan melapor

