76. Dibebani dengan Ekspektasi

2427 Kata

Hari Sabtu, sesuai perkataan Girish, dia datang tanpa kabar ke rumah Ry. Ketika malaikat pencabut nyawa itu datang, Ry masih terlelap indah di peraduannya. Apa yang akhirnya membangunkan gadis itu? Tentunya suara milik si malaikat pencabut nyawa. “Sudah dibilang jangan malas-malasan, ternyata saya datang kamu malah masih tidur.” Tidak perlu suara keras atau guncangan kuat untuk membuat Ry terbangun pagi itu. Secara ajaib, suara kaku Girish bisa menembus ke dalam mimpi Ry dan membuatnya terjaga seketika. “Bapak!” Ry langsung duduk tegak di tempat tidur. “Sini saya jewer,” ujar Girish menakuti. “Jangan, dong!” Refleks Ry menutupi kedua telinganya. “Kan sesuai perjanjian. Kalau saya datang kamu sedang malas-malasan, saya jewer. Ini bukan malas-malasan lagi namanya. Kamu malah masih asy

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN