"Mau mulai dari mana?" Girish menunjukkan kartu permainan saat mereka sudah berada di depan Timezonk. Lampu warna-warni yang berkelap-kelip di arena permainan seolah-olah sudah memanggil-manggil Ry dan membuatnya tidak bisa melepaskan pandangan dari sana. Apalagi ditambah suara-suara bising yang semarak dari dalam. Gadis itu seolah sudah terhipnotis dan ingin segera lari ke dalam untuk menjajal semua permainan. Namun, Ry masih berusaha bersikap normal dan tidak langsung berlarian dengan liar. "Bapak mau main apa?" tanya Ry dengan suara yang setengah mati dibuat tenang. Girish menyadari sikap Ry yang konyol itu dan rasanya dia ingin tertawa. Gadis ini persis anak kecil saja. Matanya begitu berbinar diajak ke tempat permainan seperti ini. "Ini hari untuk kamu bersenang-senang. Kamu dulu