Untukmu 1

1023 Kata

Waktu yang Hilang - Untukmu "Nanti kalau kita sampai di rumah harus ingat, jangan pulang ke rumah masing-masing. Kita ini manten betulan, bukan main manten-mantenan seperti di bawah pohon mangga dulu," kata Saga lirih setelah duduk di mobil. Sengaja menggoda istrinya. Melati yang duduk disebelahnya tersenyum lebar. "Dulu tak ada malam pertama, tapi kali ini ada." Mendengar ucapan jahil sang suami, wajah Melati merona. Antara malu dan gemas. Dia tersipu sambil menatap suami yang masih menggenggam tangan kanannya. Sedangkan tangan kiri mencubit pinggang suaminya. Saga bergeming. Meringgis sakit pun tidak. "Memangnya nggak sakit aku cubit?" "Aku sudah pernah merasakan yang lebih dari ini. Dibabat pisau karena kebencian, dipukul dan dihajar berkali-kali karena dendam, itu sudah biasa.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN