Malam yang Indah 1

1069 Kata

Waktu yang Hilang - Malam yang Indah Melati terkesiap dan sempat merinding sesaat. Namun berusaha kembali tenang dan membalas kecupan Saga. Menghalau jauh perasaan asing yang menelusup dalam d**a. Sudah terbiasa dengan Saga hanya teman biasa, kini laki-laki itu telah menjadi suaminya. Malam pertama di kamar yang dulu ditempati Bu Ariani dan Pak Norman. Ranjang kayu jati dengan ukiran indah itu menjadi saksi menyatunya jiwa raga sepasang kekasih yang telah halal di hadapan Rabb-nya. Desir angin malam menjadi simfoni indah yang mengiringi percintaan teman masa kecil itu. Saling memberi, saling menerima. Berjuang bersama dan lelah bersama juga. Saga tidak pernah memandang Melati itu bekas siapa. Baginya Melati tetap putih, sebersih bunga-bunga melati yang bermekaran di halaman depan sana.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN