Ceraikan Sella

1032 Kata

Belum selesai, belum tersampaikan, tetapi Prawira sudah ambruk tepat di bawah kaki William. Awalnya William tidak perduli dengan perkataan Prawira, tetapi saat pria tua itu membawa-bawa nama perusahaan sang Paman, tentu memantik rasa penasaran William. Tapi sayang, pria itu sudah terkapar. Melihat Prawira tersungkur hati William tidak tergerak. Dia hanya diam memandangi tanpa ada niat membantu atau sekedar mengecek kesadarannya. Apa pria itu sudah mati? Kalau memang iya, itu jauh lebih bagus karena William tidak perlu susah untuk kerja keras. Dua langkah William mundur, lalu dia duduk di sofa tak jauh dari tubuh Prawira yang terkulai. Otak William seketika bercabang. Semua perkataan Zaffan dan juga Andrew turut hadir di dalam otaknya. Apa iya ini hanya pembelaan Prawira? Apa iya pria tua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN