"Kamu kenapa, Will?" "I hate you. Saya muak liat kamu, semua yang ada di diri kamu bikin saya muak. Puas?" Baru sampai, bahkan masih berdiri di depan pintu, tetapi bentakan William sudah mencuat. Tidak dengan nada tinggi memang, tetapi kata-kata yang terlontar sangat sampai ke hati Sella. Apa yang membuat William sampai mengatakan itu? Benci? Memang apa yang sudah Sella perbuat? Sejak tadi Sella tidak buat masalah, dia juga tidak lagi meminta izin untuk bertemu Ayahnya. "Kamu ... kamu lagi ada masalah? Pekerjaan kamu lagi banyak? Kalau memang kamu mau cerita, cerita aja. Aku emang ga janji bisa bantu, tapi aku bisa jadi pendengar agar beban kamu terbagi." "Jangan banyak omong. Bagaimana kalau saya bilang, masalah saya itu banyak karna kamu? Jelas kamu tidak akan bisa bantu!" sahut Will

