Suasana di Apartment Audie...
Kini Vivian dan James tampak sibuk dengan segala keperluan Audie sebelum mereka kembali ke Rotherham. James tidak mau sedikit pun ada kesalahan dengan Audie. Ia telah menganggap Audie seperti putri kandungnya.
Tiga belas tahun hidup bersama Vivian dan Audie membuat James begitu bahagia.
Dengan identitas baru yang di buat oleh James untuk Vivian dan Audie atas permintaan terakhir Sydney. Membuat Vivian dan Audie bisa hidup dengan tenang dan damai.
Namun, sekarang sudah waktunya Audie mengambil hak miliknya.
Selama tiga belas tahun ini. James menyelidiki kasus kematian sahabatnya Sydney dan mengawasi gerak - gerik David.
Kini James telah mengumpulkan banyak bukti untuk menjerat mereka semua ke jeruji besi. Dan sekarang adalah waktu Audie untuk membereskan mereka satu per satu secara perlahan.
"James.."
"Iya sayang?" jawab James.
"Apakah Audie akan baik-baik saja?" Vivian khawatir yang akan meninggalkan Audie disini.
"Tenang saja sayang, ada Maria, Ferdinand, Lily, ada aku yang selalu menjaganya, dan jangan kamu lupakan.. Alex.." jawab James.
"Hmm benar.. ada Alex.." ujar Vivian dan tersenyum.
"Kenapa kamu tidak bilang ke Audie tentang Alex, James ?"
"Hmm.. iseng.. hahahhaha," gurau James.
"Ck kamuu."
James berjalan ke arah Vivian dan mengecup lembut bibirnya. Dan berkata, "Tenang saja sayang, mereka telah terikat sejak kecil... hmmm.. biarkan Alex menyadarinya sendiri..." ucap James dan kembali melumat bibir sang kekasih hatinya.
Vivian hanya tersenyum dan mengangguk perlahan.
---
Di kediaman Ferdinand...
Terlihat lily sedang sibuk di dapur membuat beberapa makanan.
Malam ini Vivian, James dan Audie akan berkunjung ke rumah mereka. Karena Vivian dan James hari Rabu sudah kembali ke Rotherham.
Lily dan Ferdinand sangat ingin berkumpul bersama mereka. Dan Lily sungguh penasaran dengan gadis kecilnya.
Alex yang baru selesai mandi memilih baju kaos santai berwarna biru dan celana jeans berwarna biru.
Alex yang baru saja keluar dari kamarnya. Melihat Mommynya begitu sibuk di ruang makan bersama koki dan pelayan.
"Mom... Kenapa sibuk banget?" tanya Alex penasaran yang sudah melihat berbagai macam hidangan sudah tersaji.
"Iyah nak.. Uncle James dan Aunty Vivian mau datang.." balas Lily yang masih saja sibuk mengambil buah dari kulkas.
"Hmm ok mom, Daddy mana?"
"Di ruang kerja."
ting tong
"Bi.. tolong buka pintunya!" seru Lily.
"Baik Nyonya..."
"Alex panggil Daddy kamu kalau Uncle James dan Aunty Vivian sudah datang," pinta Lily.
"Ok Mom!"
Alex pun memanggil Ferdinand di ruang kerja. "Dad.. Mommy panggil."
"Ok.. ayoo kamu juga."
"Ok Dad, duluan aja. Aku mau ambil minum dulu!"
"Ok!"
Ferdinand pun duluan ke ruang tamu untuk menyapa Vivian, James dan Audie.
"Haii James... apa kabar!?" Sapa Ferdinand.
"Hai Fer! Kabar baik.." balas James dan ikut merangkul sahabatnya itu.
"Hai Vivian," sapa Ferdinand dan memeluk Vivian.
"Hai..." balas Vivian dan membalas rangkulan dari Ferdinand.
"Ini Marissa??" tanya Ferdinand tak sadar menyebutkan nama Marissa yang langsung di colek oleh Lily, Vivian dan James bersamaan.
"Uppsss!" gumam Ferdinand.
Audie yang melihat Ferdinand hanya tersenyum
"Uncle..." sapa Audie dan memeluk Ferdinand.
"Kamu begitu cantik..." puji Ferdinand.
"Betul sayang, Putri kecil kita tumbuh sangat cantik!"
"Thank you Aunty.." ucap Audie malu-malu.
Alex yang selesai minum. Bergegas menyusul ke ruang tamu.
Dengan wajah sumringahnya Dia menyapa James dan Vivian. Dan begitu dia berbalik. Betapa terkejutnya. Gadis yang sekarang duduk di depannya adalah Audie. Wanita yang beberapa hari ini dia cari keberadaannya.
"Audie??" tegur Alex masih tak percaya.
"Ya Alex.. Hai.." jawab Audie santai dan berdiri.
Lily, Ferdinand, Vivian dan James yang melihat mereka berdua hanya saling melirik dan tersenyum penuh arti.
"Hai Audie," sapa Alex lagi. Dia kembali terpesona melihat Audie.
"Hai Lex.." balas Audie dan tersenyum.
"Ehmm ehmmm.." Ferdinand pura-pura batuk. Alex akhirnya tersadar dari sihir Audie.
"Ayoo.. kita makan malam dulu..."Ujar Lily mencairkan suasanya.
Akhirnya mereka makan malam sambil menanyakan kabar dan bercerita ringan
"Oh iya Alex, bagaimana sekretaris baru kamu?" tanya Ferdinand.
"Marissa? Bagus Dad... kerjanya bagus." jawab Alex jujur.
Audie yang mendengarnya langsung merasa begitu malu.
"Hmm baguslah, berarti gak perlu di tes lagi kan?" lanjut Ferdinand. Yang sebenarnya niatannya untuk menggoda Alex dan Audie.
"Test gimana Dad?" tanya Alex pura-pura tidak mengerti maksud pertanyaan Ferdinand.
"Selesaikan proposal dan materi untuk satu minggu kedepan." sahut Ferdinand.
Sontak Alex dan Audie tersedak bersamaan.
Alex kaget karena kenapa Daddy-nya bisa tahu. Sedangkan Audie kaget ternyata dia sedang di kerjain oleh Alex di hari pertamanya.
"Kalian berdua kenapa?? Nih minum duluA" tanya Lily panik melihat Audie dan Alex terbatuk-batuk.
Belum sampai sodoron gelas dari Lily. Ternyata Alex yang duluan memberikan air minumnya ke Audie.
"ahh thank you.." jawab Audie dan meminumnya sampai merasa tenggorokannya plong. Sedangkan Alex mengambil gelas dari tangan Lily.
Melihat pemandangan antara dua insan di depan mereka. Lily, Ferdinand, Vivian dan James saling berpandangan dan melempar senyum.
Setelah acara makan malam selesai. Mereka kembali ke ruang tamu untuk menikmati dessert dan minum teh bersama.
"Uncle .. Aunty.. boleh saya membawa Audie jalan - jalan di taman?" Ucap Alex.
"Tentu saja Alex, silahkan." jawab Vivian.
"Eittss tanya langsung sama Audienya.." goda James dan mengedipkan mata.
Alex berdiri dan mengulurkan tangan kanannya, “Boleh?” tanyanya.
Audie menyambut tangan Alex dan menjawab, "Of course..." dan memberikan senyuman manisnya.
Mereka berdua pun meninggalkan ruangan dan Alex membawa Audie jalan-jalan ke Taman yang ada di mansionnya.
"Apa kabar??" suara Alex memecahkan keheningan.
"Hmm baik, kamu??"
"Buruk!" jawab Alex.
Audie menaikkan satu alisnya, "Ehh? Kamu sakit?"tanya Audie khawatir.
"Perasaan dua hari ini dia sehat-sehat aja deh di kantor," gumam Audie.
Alex hanya tersenyum mendengar pertanyaan Audie. "Sekarang sudah sehat," jawabnya enteng, lalu dia berhenti dan mengambil tangan Audie.
"Sini.." lanjutnya sambil menuntun Audie ke bangku taman disisinya.
Setelah duduk, Audie menarik kembali tangannya dari genggaman Alex.
"Oh iyah... Ini lanjutin.." ujar Alex sambil memberikan ponselnya ke Audie.
Audie tersenyum tipis, "Hmm ok!" Audie mengambil ponsel Alex dan mengetik angka.
"Please, jangan hanya memasukkan dua angka... kau bisa membuatku gila!!" seru Alex yang membuat Audie menggelengkan kepala dan tertawa.
"Hei tenang saja.. aku selalu menepati janjiku! Hehehhe!" Audie pun mengembalikan ponsel Alex.
Alex menekan tombol panggilan untuk mengecek kebenaran nomor yang Audie ketik.
You are my sunshine... my only sunshine... you make me happy...
Audie melihat layar handphonenya.
"Nomorku.." ucap Alex dan mengedipkan mata.
"Ya? Oh ok!" jawab Audie. Begitu paham kalau ternyata Alex yang menelponnya.
"Soo..." ucap mereka bersamaan, membuat mereka pun tertawa bersama.
Ternyata James, Vivian, Lily dan Ferdinan mengintip mereka dari balik jendela. "James, kenapa kamu merahasiakan identitas Marissa kepada Alex?" tanya Ferdinand.
"Hmm, karna iseng.." jawab James santai seperti jawabannya kepada Vivian.
"Astaga James!!" teriak Ferdinan yang membuat mereka berempat tertawa.
"Hahhahah..."
"Hmm, cepat atau lambat Alex pasti akan tahu, lalu apa alasan kamu ke Audie untuk menyembunyikan identitasnya ke Alex? Alex itu calon suaminya James!!" seru Ferdinan lagi, tidak tahan melihat kelakuan sahabatnya itu, ia berpikir karena ada alasan yang berhubungan dengan balas dendam.
"Hahhaha... Aku bilang untuk jaga rahasia, hahahahha!!" tawa puas James telah menjahili Audie dan Alex.
"Biarkan saja sayang, lihat saja buktinya Alex sudah jatuh cinta ke Audie. Kau tahu?? Setelah kejadian di club, dan ketika aku menggodanya kemarin, Alex kapan kamu membawa calon menantuku? Dan Alex menjawab.. SEGERA MOM!! Itu adalah pertama kali Alex menjawab seperti itu setelah 98 kali!" ujar Lily semangat.
"Biasanya dia hanya menjawab.. belum ada Mom.. nanti Mom.. fokus ke perusahaan Mom.. sudah dulu Mom.. aku sibuk Mom... dan masih banyak lagi alasannya!!!" Lanjut Lily semangat.
"Benarkah Lily??" tanya Vivian..
"Ya Vivian.. hahahha.." jawab Lily tertawa bahagia.
"Memangnya Alex lupa kalau dia yang begitu bersemangat meminta Marissa menjadi pengantinnya waktu kecil? Jadi salahnya sendiri tidak mengenal gadis kecilku!” celutuk James tertawa jahil.