BAB 67

1756 Kata

Kelopak mata itu bergerak pelan sebelum terbuka sepenuhnya. Moza menggeliat meregangkan otot tubuhnya yang terasa kaku setelah tidur semalaman. Nyawa yang memang belum terkumpul sepenuhnya membuatnya sedikit bermalas-malasan untuk lekas bangun padahal hari sudah beranjak pagi. Dengkuran lirih yang mulai mengusiknya, menyadarkan Moza jika semalaman dia tidak tidur seorang diri, tapi ada Sakha yang menemani. Lebih tepatnya dua malam ini Sakha ada di dalam kamarnya dan tidur seranjang dengannya. Kepala Moza menengok ke belakang. Ya, benar. Ada Sakha dengan mata yang masih terpejam lelap dalam tidurnya. Moza menelan ludah. Kenapa pria itu masih juga terlihat tampan di usia yang tak bisa dikatakan muda. Jarak usianya dengan Sakha ada sepuluh tahunan. Jambang juga kumis tipis-tipis menambah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN