"Aku numpang tidur di sini saja, ya? Ayolah, Moz. Jangan pelit." Betapa Moza tidak percaya jika Sakha bisa besikap manja begitu. Apa sebenarnya yang dimau pria ini. "Ish, Pak Sakha. Saya belum mengijinkan Anda kenapa main masuk saja," gerutuan Moza tidak Sakha tanggapi karena pria itu benar-benar sesuka hati main masuk begitu saja. Dengan menghentakkan kakinya, Moza menutup pintu kamar. Karena tubuhnya sangat lelah dan jika dikatakan baik, rasanya masih ada lemes-lemesnya. Malas berdebat dengan Sakha malam-malam. Dengan setengah hati Moza naik ke atas ranjang. Membaringkan tubuhnya di samping Sakha. Memilih tidur dengan posisi miring membelakangi Sakha yang sedang berbaring di atas ranjangnya dalam posisi telentang. Moza tarik selimut lalu mencoba memejam. Sakha, dengan satu tangan ia

