BAB 52-2

1378 Kata

Tidak lama Moza melakukan itu semua. Keluar dari dalam kamar, mendapati kamar milik Sakha masih tertutup rapat pintunya. Memang biasanya seperti itu. Ia dekatkan tangannya lalu mengetuk pelan. "Pak Sakha!" Panggilnya dengan suara tidak seberapa nyaring. Ini sudah dua hari berlalu, Moza dapat bernapas lega serta tak lagi harus dilanda kecanggungan karena Zyzy sudah meninggalkan rumah ini sejak kemarin. Jujur saja, ternyata serumah dengan istri pertama Sakha bukanlah hal yang baik untuknya. Andai tidak karena terpaksa, mungkin Moza memilih meninggalkan rumah ini saja. Yang membuat Moza masih bertahan tentu saja Prameswari. Tidak ingin mertuanya kambuh dan kembali sakit lagi. Suara derap langkah mendekati pintu. Moza memundurkan badan satu langkah ke belakang. Begitu pintu kamar terbuka,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN