"Inseminasi?" Sakha bertanya mencoba memastikan jika pendengarannya tidak salah. Moza menganggukkan kepalanya. "Iya." "Jangan bercanda kamu, Moza!" Sakha terkekeh, menertawakan Moza yang bicara asal bahkan dalam pikiran Sakha pun tak ada rencana demikian. "Saya tidak bercanda, Pak. Saya serius." Tawa Sakha menghilang berganti dengan mimik muka serius. Sakha memperhatikan Moza lekat-lekat mencari sebuah kebenaran di sana. Dan faktanya, memang Moza tidak terlihat bercanda sama sekali. Apa-apaan ini? Untuk apa Moza menginginkan inseminasi? "Jika boleh aku tahu ... apa yang mendasari rencana untuk inseminasi? Untuk bisa hamil, kenapa harus mencari cara yang sulit jika yang mudah bisa kita lakukan." Moza tersenyum mengejek. "Oh, jadi Bapak tidak sabar ini ceritanya ingin menghamili saya?

