"Aku sudah menikah, Mas." Edham tertawa sumbang mendengar pengakuan Moza yang menurutnya hanya sebuah candaan semata. "Menikah?" Pria itu memastikan jika pendengarannya tidak salah dan Moza serius mengatakannya. "Iya. Aku sudah menikah. Jadi tolong jangan lagi menggangguku. Kita sama-sama sudah memiliki rumah tangga yang harus dijaga hati juga perasaan pasangan kita masing-masing. Maafkan aku, Mas." "Aku tidak percaya. Bisa-bisanya kamu mengatakan jika sudah menikah. Memangnya kapan kamu menikah? Kenapa aku bisa tidak tahu? Itu hanya bualanmu saja dan kamu jadikan alasan agar aku tak lagi menemuimu, kan?" "Mas, aku tidak peduli apakah kamu percaya atau tidak. Yang pasti apa yang aku katakan ini jujur dan tak ada kebohongan. Satu hal lagi yang memang harus aku tegaskan padamu. Jangan l

