"Selamat sore, Pak Sakha!" "Sore, Pak!" Sapaan yang ditujukan untuk direktur utama dari para karyawannya, terdengar di telinga Moza dan Mita yang tengah menuruni anak tangga dari lantai tiga menuju lantai satu. Sore ini mereka hampir semua karyawan sedang bersiap pulang. "Cie, Pak Suami udah stand by siap menjemput cem-cemannya," goda Mita yang langsung membuat pipi Moza bersemu. Kesenangan tersendiri bagi Mita yang sekarang suka sekali menggoda Moza. "Mita, resek ya ni anak!" Mita tertawa menarik perhatian Sakha yang sedang duduk di sofa lobi menunggu istrinya. "Moza! Mita, jangan bercanda di atas tangga. Bahaya. Cepetan turun!" titah Sakha membungkam mulut keduanya. "Iya, Pak. Maaf," cicit Mita takut-takut. Bak anak perempuan yang menurut akan perintah sang ayah, keduanya menurun

