"Selamat pagi, bestie!" sapaan Moza di pagi ini yang bersemangat, berbanding terbalik dengan wajah kusut Mita. "Pagi." Moza mengerutkan keningnya. "Tumben nggak semangat. Ada apa?" Mita mendongak, menatap sahabatnya dengan menggigit bibir dalamnya. Merasa ragu untuk bercerita terus terang pada Moza. "Mita!" Moza yang tahu ada hal tidak beres pada sahabatnya, tentu saja dibuat penasaran jadinya. "Moz! Sebenarnya ada hal yang ingin aku ceritakan." "Cerita saja, Mit! Biasanya elu juga cerita blak-blakan." "Tapi ini penting." "Sepenting apa? Ya udah ayo cerita." Moza yang antusias mendekat pada Mita sampai harus menyeret kursi segala membawanya mendekat pada sang sahabat. Kepala Mita celingak celinguk memperhatikan sekeliling apakah aman atau tidak karena ini semua adalah hal privasi

