BAB 110-1

1029 Kata

"Mita! Sejak kapan jadi sekutunya Pak Sakha?" Moza yang keluar pantry, berkacak pinggang menatap tajam pada sang sahabat. Bukan karena apa-apa. Hanya saja rasanya mendebarkan jika sampai ada yang melihat kelakuan suaminya yang m***m itu. "Kasihan, Moz, Pak Sakha frustasi gitu. Wajahnya melas banget khawatir karena tidak melihatmu seharian," jawab Mita asal. "Lebay memang!" Moza berjalan meninggalkan Mita dengan membawa secangkir kopi miliknya. Mita mengekori di belakang Moza. "Pak Sakha sudah bucin akut dengan Moza!" Lalu wanita itu tertawa. Moza tak merespon karena perhatiannya justru tertuju pada ponsel yang berbunyi tanda sebuah notifikasi pesan ia dapatkan. [Moz, aku nanti pulang malam. Habis ini keluar kantor bertemu dengan klien dari Kalimantan. Kamu pulang duluan dengan Pak Ha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN