BAB 110-2

1582 Kata

"Saya duluan," ucap Sakha sembari berlalu meninggalkan Edham. "Pak Sakha, tunggu!" Kepala Sakha menoleh ke belakang melewati bahu. "Ya?" "Jika Anda ada waktu, bolehkah kita bicara sebentar saja?" pinta Edham dengan wajah sayu yang Sakha sendiri tak bisa menolaknya. Sebenarnya pria itu enggan sekali berurusan dengan Edham. Namun, ada rasa penasaran menelusup di dalam dirinya. Apalagi jika bukan soalan Moza yang ingin Edham bicarakan. Baiklah. Tak ada salahnya mendengar keluhan hati mantan kekasih istrinya. Sakha mengangkat pergelangan tangan kanannya. Berpura-pura sibuk dan ingin menunjukkan pada Edham jika waktu sangatlah berharga untuknya. "Baiklah. Mumpung belum terlalu malam. Mau duduk di mana?" Edham mengulas senyuman. Tampak matanya berkeliling dan tatapannya tertuju pada sebua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN