Moza lekas beranjak ketika merasakan tonjolan pada pant**nya karena sesuatu milik Sakha yang mengeras di bawah sana. Tidak ingin terjadi hal di pagi hari ini karena mereka harus segera pergi bekerja. "Buruan mandi sana, Mas!" "Nggak ada rencana mandiin gitu?" "Nggak!" Sakha terkekeh lalu meletakkan kembali ponsel di atas meja. "Mas!" "Kenapa? Berubah pikiran?" "Enggak. Hanya ingin bertanya." "Apa?" "Itu kenapa nomor ponsel Bu Zyzy masih dinamai My Wife? Mas Sakha belum bisa move-on, ya?" "Oh, itu. Mas lupa belum menggantinya. Nanti selesai mandi Mas ganti, takut ada yang cemburu." "Siapa yang cemburu?" Sakha menunjuk dengan dagunya pada arah istrinya. Moza mendelik. "Aku nggak cemburu. Hanya penasaran saja, jika nomor ponselku Mas namai siapa?" "Mau tahu apa mau tahu banget?"

