17 April, Aku tidak percaya bahwa dia mengajakku makan malam bersama. Aku begitu antusias, dan rasanya ingin melompat-lompat. Aku menceritakan kepada mami dan papi, bahwa dia mengajakku makan malam. Aku bahkan tidak tahu akan memakai pakaian apa untuk makan malam pertama kami. Makan malam yang begitu romantis menurut aku. Walaupun dia hanya mengajakku makan malam di restoran jepang langganannya. Bima kembali membuka lembaran keras itu. Ia membaca huruf yang tertulis rapi di sana. Air matanya kini jatuh di kertas putih itu. 18 April, Hari ini aku tidak bisa mengungkapkan dengan kata-kata. Dia menjelaskan kepadaku apa arti sebuah ciuman. Dia menjelaskan secara detail dan terperinci beserta maknanya. Aku pikir dia hebat bisa mejelaskannya seperti pelajaran biologi, yang diajarkan ole